Usai Lecehkan TNI, Acara Dahsyat Kini Dapat Ganjarannya
Acara musik Dahsyat RCTI yang tayang pada Jumat (19/1/2018) lalu, menimbulkan amarah warganet.
TRIBUN-TIMUR.COM - Acara musik Dahsyat RCTI yang tayang pada Jumat (19/1/2018) lalu, menimbulkan amarah warganet.
Acara yang disiarkan langsung dari Lapangan Batalyon TNI AD Jalan Jatijajar, Depok, Jawa Barat, itu diunggah oleh akun Instagram @infokomando.
"Semenarik apapun dunia hiburan, jika melampaui norma kesopanan maka tak layak untuk disebut hiburan karena tak beretika dan cenderung melecehkan," tulisnya sebagai keterangan.
Mereka harus duduk di bawah dengan tangan diikat di belakang untuk memakan donat yang digantung di tali.
Tali yang menggantung donat tersebut diikatkan ke kaki pasangan peserta yang duduk di atas.
Sepasang peserta itu memiliki tugas masing-masing. Yang satu melahap donat. Yang lainnya menggerakkan kaki yang diikat tali penggantung donat.
Adegan tersebut pun menuai berbagai kritikan dari warganet.
Bahkan, sebagian dari mereka menginginkan agar acara ini diboikot.
Rupanya Komisi Penyiaran Indonesia (KPUI) telah melayngkan teguran ke acara Dahsyat atas insiden ini.
Melalui surat bernomor 23/K/KPI/31.2/1/2018 tetanggal 22 Januari 2018, KPI mengganjar acara ini dengan peringatan tertulis.
"Program tersebut menampilkan beberapa pasangan artis dan penggemar sedang berlomba memakan donat. Donat yang sudah diikat dengan tali kemudian disangkutkan ke kaki artis dan donat itu harus dimakan oleh penggemar yang menjadi pasangannya dengan syarat kaki tersebut harus terus bergerak. Pada segmen yang sama terdapat perkataan salah satu host sambil menunjuk seorang anggota TNI yang sedang memakan donat “hayo.. hayo.. dia kayak ikan cupang, kayak ikan cupang nih”," demikian isi peringatan itu
KPI Pusat menilai acara tersebut berpotensi melanggar Pasal 9, Pasal 10 Ayat (1), Pasal 15 Ayat (1), dan Pasal 37 Ayat (4) huruf a SPS KPI Tahun 2012 tentang penghormatan terhadap norma kesopanan, penghormatan terhadap etika profesi, perlindungan anak-anak dan remaja, serta larangan program siaran klasifikasi R menampilkan muatan yang mendorong remaja belajar perilaku tidak pantas.
Tak lama usai insiden itu, pihak RCTI sebagai penyelenggara acara meminta maaf melalui surat kepada TNI AD.
Namun masalah tak berhenti di situ.
Artis-artis yang terlibat dalam aksi itu juga dibully habis-habisan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dahsyat_20180120_153527.jpg)