Sehari Terombang Ambing di Laut, 20 ABK KM Nanci Lanjoni Ditemukan Selamat
Kapal tersebut rencananya dari Maumere ke Kabupaten Pangkep untuk memuat semen untuk dibawa kembali ke Maumare.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ardy Muchlis
Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI-- KM Nanci Lajoni 3 asal Maumere, tujuan Biringkassi, Kabupaten Pangkep Kepulauan, tenggelam di perairan Pulau Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu (27/1/2018) lalu.
Kapal tersebut rencananya dari Maumere ke Kabupaten Pangkep untuk memuat semen untuk dibawa kembali ke Maumare.
Dan diperjalanan saat di Laut Jampea, Pulau Selayar kapal tersebut dilanda cuaca buruk yakni angin kencang dan ombak mencapai empat meter.
Nahkoda KM Nanci Lajoni 3 Amirullah Pasuloi mengatakan saat dihantam ombak tinggi sempat mengarahkan ke Pulau Batu pada Jumat (26/1).
Dan Sabtu (27/1) dinihari, Amirullah kembali melayarkan kapalnya karena cuaca sementara teduh.
Pada pukul 08.00 pada hari yang sama ditengah pelayaran dari Pulu Batu ke Jampea, tiba - tiba angin kencang disertai ombak dengan ketinggian 4,5 meter menghantam KM Nanci Lajoni hingga akhirnya tenggelam.
" Kapal kami tidak bisa lagi lintasi Perairan Jampea karena cuaca buruk angin kencang dan ombak yang mencapai 4 - 4,5 meter menghantam kapal kami," kata Amirullah, Senin (29/1/2018).
Dalam kapal tersebut terdapat 19 anak buah kapal. Mereka selamat karena sejumlah jolloro milik nelayan Pulau Jampea menolong mereka.
Mereka yang selamat adalah Ashar, Akbar Mukti, Zamhir, Syamsuddin asal Makassar, Muh Alif Rusli, Asnawi (asal Maros), Andika (Soreang), Rahmat (Palopo), Yusri, Novrianto Janwar (Bantaeng), Hendra S (Wajo).
Selain itu ada Damar H, Eko Sutiono, Julia Pradana (asal Sukoharjo), Rudi (Barru) Uya dan Riyan, Muh Yusuf (Manjalling) dan Syahruddin asal Pinrang.
Kepala Desa Bontobaru, Daeng Malimbang menambahkan bahwa setelah proses evakuasi semua nahkoda kapal termasuk nakhodanya sudah ditampung di rumah Kepala Desa Bontobaru.
Pada Rabu (24/1) lalu juga terdapat sebuah kapal asal Surabaya tenggelam. Kapal tersebut bernama KM Itanini. Dalam peristiwa ini seorang anak buah kapal bernama Charles Sapulete (71) tewas dalam peristiwa ini. Sementara belasan anak buah kapal dan seorang nahkoda selamat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tenggelam_20180129_141124.jpg)