Protes Pernyataan Muslimin Bando, Laskar Kotak Kosong Aksi di Mapolres Enrekang
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas pernyataan bupati yang dianggap melecehkan para pendukung kotak kosong.
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Hasriyani Latif
Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar
TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Simpatisan dari beberapa kecamatan yang menamakan diri Laskar kotak kosong menyambangi Mapolres Enrekang, Kelurahan Puserren, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Senin (29/1/2018).
Kedatangan mereka untuk berunjuk rasa dan melaporkan Bupati Enrekang, Muslimin Bando ke pihak kepolisian terkait statementnya yang menyebut orang memilih kotak kosong berarti tak berpancasila.
Menurut Koordinator Aksi, Alzam Taqwa, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas pernyataan bupati yang dianggap melecehkan para pendukung kotak kosong.
Baca: Sekretaris PBB Enrekang Kecam Pernyataan Muslimin Bando Soal Kotak Kosong
Baca: Lagi, Ketua DPW PBB Sulsel Tegaskan Bakal Menangkan Kotak Kosong di Pilkada Enrekang
"Kedatangan kami dengan 1.500 lebih massa dari berbagai kecamatan adalah untuk melaporkan bupati yang telah menyakiti hati kami, yang dianggap tak berpancasila karena memilih kotak kosong," kata Alzam Taqwa kepada TribunEnrekang.com, Senin (29/1/2018).
Ia menjelaskan, kata-kata tersebut sangat tidak pantas dan menyakiti para pendukung kotak kosong karena menganggap pemilih kotak kosong tak berpancasila.
Padahal, kotak kosong juga merupakan bentuk dari dinamika dalam berdemokrasi yang diatur dalam undang-undang.
"Untuk itu hari ini kami datang berunjuk rasa dengan damai dan tertib menyampaikan aspirask kami bahwa kotak kosong juga memiliki jiwa pancasila," tuturnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/massa-dari-beberapa-kecamatan-yang-menamakan-diri-laskar-kotak-kosong_20180129_144819.jpg)