PKL Masih Beroperasi di Jl Sunu Samping Al Markaz, Ini Alasan Pedagang

Pemerintah Kota Makassar rencananya memindahkan PKL Jl Sunu ke area PKL Center Karebos Jl Kartini.

PKL Masih Beroperasi di Jl Sunu Samping Al Markaz, Ini Alasan Pedagang
Kondisi pagar Al Markaz yang digunakan oleh Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk usaha di Jl Sunu Raya, Makassar, Rabu (24/1). PKL yang terdiri dari pedagang es buah, makanan hingga berjualan pulsa serta usaha cuci sepeda motor masih tetap bertahan hingga ada jadwal relokasi yang pasti oleh pemerintah Kota Makassar. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Sekitar 20 lapakan Pedagang Kaki Lima (PKL) masih beroperasi di Jl Sunu Raya (pagar Al Markaz), Rabu (24/1/2018).

Mereka terdiri dari pedagang es buah, makanan hingga pedagang kelontongan.\

Kondisi pagar Al Markaz yang digunakan oleh  Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk usaha di Jl Sunu Raya, Makassar, Rabu (24/1). PKL yang terdiri dari pedagang es buah, makanan hingga berjualan pulsa serta usaha cuci sepeda motor masih tetap bertahan hingga ada jadwal relokasi yang pasti oleh pemerintah Kota Makassar. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Kondisi pagar Al Markaz yang digunakan oleh Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk usaha di Jl Sunu Raya, Makassar, Rabu (24/1). PKL yang terdiri dari pedagang es buah, makanan hingga berjualan pulsa serta usaha cuci sepeda motor masih tetap bertahan hingga ada jadwal relokasi yang pasti oleh pemerintah Kota Makassar. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR ()

Juga terdapat beberapa lapakan yang berjualan pulsa serta usaha cuci sepeda motor.

Salah satu pedagang, Nurdin (50), mengatakan bahwa dirinya tetap bertahan jualan lantaran belum mendapat kepastian jadwal relokasi.

Kondisi pagar Al Markaz yang digunakan oleh  Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk usaha di Jl Sunu Raya, Makassar, Rabu (24/1). PKL yang terdiri dari pedagang es buah, makanan hingga berjualan pulsa serta usaha cuci sepeda motor masih tetap bertahan hingga ada jadwal relokasi yang pasti oleh pemerintah Kota Makassar. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Kondisi pagar Al Markaz yang digunakan oleh Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk usaha di Jl Sunu Raya, Makassar, Rabu (24/1). PKL yang terdiri dari pedagang es buah, makanan hingga berjualan pulsa serta usaha cuci sepeda motor masih tetap bertahan hingga ada jadwal relokasi yang pasti oleh pemerintah Kota Makassar. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR ()

Warga Jl Maccini Gusung itu menerangkan bahwa terakhir kali mereka dikumpul dan bertemu dengan Wali Kota Makassar, Mochammad Ramdhan Pomanto, sekitar enam bulan lalu.

"Dari hasil pertemuan itu kami diberitahu akan dipindahkan ke Karebosi, tapi sampai sekarang tidak pernah mi lagi ada penyampaian rencana pemindahan," katanya.

Hal senada juga disampaikan salah satu pedangan kelontong yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi pagar Al Markaz yang digunakan oleh  Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk usaha di Jl Sunu Raya, Makassar, Rabu (24/1). PKL yang terdiri dari pedagang es buah, makanan hingga berjualan pulsa serta usaha cuci sepeda motor masih tetap bertahan hingga ada jadwal relokasi yang pasti oleh pemerintah Kota Makassar. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Kondisi pagar Al Markaz yang digunakan oleh Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk usaha di Jl Sunu Raya, Makassar, Rabu (24/1). PKL yang terdiri dari pedagang es buah, makanan hingga berjualan pulsa serta usaha cuci sepeda motor masih tetap bertahan hingga ada jadwal relokasi yang pasti oleh pemerintah Kota Makassar. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR ()

"Waktu bulan 11 lalu ada yang data tapi tidak tahu darimana, mereka juga tidak bilang pendataan itu untuk daftar yang bakal dipindahkan, jadi sampai sekarang tidak pernah lagi ada yang sampaikan atau pertemuan tentang rencana pemindahan," tuturnya.

Pemerintah Kota Makassar rencananya memindahkan PKL Jl Sunu ke area PKL Center Karebos Jl Kartini.

Sejumlah lapakan telah dibangun, namun hingga saat ini belum ada jadwal pasti terkait pemindahan tersebut.

Penulis: Alfian
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved