Kombes Eko Wagiyanto Raih Gelar Doktor di UNM, Ini Judul Disertasinya
Resmi menyandang gelar doktor setelah mengikuti sidang terbuka di hadapan penguji Universitas Negeri Makassar (UNM)
Penulis: Munawwarah Ahmad | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kepala Bagian Pengendalian dan Poresenil (Kabagdalpres) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatam, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eko Wagiyanto, resmi menyandang gelar doktor setelah mengikuti sidang terbuka di hadapan penguji Universitas Negeri Makassar (UNM) di Ballrom Teather, menara pinisi, Makassar, Rabu (24/1/2018).
Eko Wagiyanto mendapat gelar doktor ilmu administrasi Publik dengan disertasi Implementasi Kebijakan Kepolisian RI dalam Pembinaan Masyarakat Melalui Program Gerakan kembali bersekolah, studi di wilayah kerja Kepolisian Resort Kabupaten Mamuju.
Sidang ujian terbuka dipimpin langsung Rektor UNM Prof Husain Syam dengan tim penguji¸ Prof Dr H M Arifin Ahmad, Prof Dr M Tahir Malik, Prof Dr Suradi Tahmir, Prof Dr Rifdan, sebagai penguji internal, serta Bapak Dr Endi Sutendi, sebagai penguji external dengan promotor Prof Dr Haedar Akib dan copromotor, Prof Dr Jasruddin.
Para pejabat yang hadir Wakapolda Sulsel Mas Guntur Laupe, Bupati Mamuju Hasbi Wahid dan pejabat utama Polda Sulsel, dan Polda Sulbar dan para jajaran kepolisian.
"Tujuan penelitian ini adalah menganalisis, mengidentifikasi dan mendiskripsikan implenentasi program gerakan kembali bersekolah di kabupaten Mamuju, sehingga bermanfaat dan memberikan sumbangan keilmuan yang besar kajian permasalahan sosial masyarakat, khususnya terkait anak putus sekoah sehingga dapat dijadikan referensi,” jelas Eko yang pernah menjabat sebagai Kapolres Mamuju ini.
Selain itu dalam paparannya, dihadapan para penguji, Eko juga menjelaskan tageline ‘Polisi Promoter’ atau polisi profesional, modern, dan tepercaya. Proyeksi tagline ini mewakili dan mencerminkan seluruh rangkaian agenda, program prioritas, kebijakan, dan komitmen kepolisian dalam upaya membangun institusi yang jauh lebih baik.
“Program yang telah dan akan dilaksanakan kepolisian dalam upaya membangun Polri yang jauh lebih baik, harus juga memenuhi terkait kepercayaan masyarakat, dalam hal ini program yang telah dilaksanakan di Mamuju, GKB bisa di adopsi di seluruh wilayah di Indonesia," jelas Eko yang memulai karir di kepolisian melalui Akpol ditahun 1996.
Rektor UNM, Prof Dr Husain Syam tak lupa memuji promovendus Eko Wigayanto, yang dinilainya sebagai polisi cerdas.
"Pak Eko memiliki sejumlah tulisan yang tembus di jurnal internasional, dengan nilai ujian hingga sidang promosi doktor ini dilalui dengan baik. Dengan demikian tim penguji memberikan nilai lulus dengan pujian cumlaude, untuk itu yang bersangkutan resmi menyandang gelar doktor di depan nama sesuai dengan peraturan yang berlaku," jelas Rektor Husain yang disambut tepuk tangan meriah peserta sidang promosi doktor.
Rektor UNM juga mengapresiasi kualitas jawaban, sehingga Eko Wigayanto pantas menjadi doktor ke 667 di lingkup UNM dan doktor ke 224 untuk program studi ilmu administrasi publik UNM.
"Prestasi ini menunjukan bahwa kepolisian semakin berwibawa, karena selain berprestasi di jajaran kepolisian, juga berprestasi di wilayah akademik, pak doktor Eko juga pak doktor Endi yang juga sebagai penguji external, keduanya merupakan polisi yang cerdas," puji Prof Husain.
Eko Wagianto sendiri meraih IPK dengan nilai 3,96 dan masa studi selama 3 tahun 4 bulan yang menjadi indikator meraih prestasi cumlaude. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ekoj_20180124_201821.jpg)