Ini Buku Terbaru Karya Prof Marwan Mas
Diterbitkan Rajawali Pers. Cetakan pertama, Januari 2018. Tebalnya 270 halaman. Ukuran 15.5 X 23 cm.
Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Satu lagi buku karya Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Bosowa (Unibos) Prof Marwan Mas SH MH (58) terbit. Judulnya, Hukum Konstitusi & Kelembagaan Negara.
Diterbitkan Rajawali Pers. Cetakan pertama, Januari 2018. Tebalnya 270 halaman. Ukuran 15.5 X 23 cm.
Buku ini telah dipasarkan dengan harga Rp 85 ribu per eksemplar.
Menurut Prof Marwan, buku ini membahas hukum konstitusi dan kelembagaan negara di Indonesia.
Materi buku ini dibuka dengan pembahasan tentang Pancasila sebagai sumber hukum. Kemudian disusul dengan pembahasan pengertian, tujuan, dan fungsi konstitusi.
“Juga ada sejarah dan perkembangan (perubahan) UUD 1945 dan kelemahan serta kelebihan hasil perubahan UUD 1945,” jelas Marwan melalui whatsApp ke tribun-timur.com, Rabu (24/1/2018).
Ada pula pembahasan mengenai sistem pemerintahan dalam UUD 1945, perlindungan hak asasi manusia dalam konstitusi, dan urgensi penataan sistem ketatanegaraan melalui perubahan kelima UUD 1945.
Di bagian akhir, ditutup dengan pembahasan perihal sengketa kewenangan konstitusional lembaga negara di Mahkamah Konstitusi.
Buku dapat digunakan para pengampu atau pengajar hukum konstitusi dan kelembagaan negara atau mereka yang memiliki minat terhadap kajian hukum konstitusi dan kelembagaan negara.
“Buku ini juga dapat dijadikan bahan bacaan bagi mahasiswa-mahasiswi fakultas hukum,” terang pegiat Forum Dosen Majelis Tribun Timur ini.
Sebelumnya, Marwan juga telah menerbitkan beberapa buku karyanya.
Di antaranya buku berjudul Hukum Acara Mahkamah Konstitusi.
Buku setebal 373 halaman ini terdiri atas 11 bab. Diterbitkan PT Ghalia Indonesia, Juli 2017.
Isinya sebetulnya mencakup Satuan Acara Pengajaran (SAP) dalam mata kuliah Hukum Acara Mahkamah Konstitusi di fakultas-fakultas hukum di Indonesia.
Buku karya Marwan yang juga telah diterbitkan yakni Korupsi Trias Politika Plus. Juga diterbitkan PT Ghalia Indonesia. (*)