Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel 2018

Ini Kisah Hidup Andi Sudirman Sulaiman, Calon Wakil Gubernur Sulsel Asal Bone

Andi Sudirman Sulaiman lahir di dusun kecil di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 25 September 1983.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ardy Muchlis
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Bakal calon Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bersama rombongan mengunjungi kantor redaksi Tribun Timur Jl Cendrawasih Makassar, Rabu (11/10/2017). Kunjungan ini dalam rangka silaturahmi dirinya sebagai Pendamping Prof Nurdin Abdullah atau NA (54) pada Pilgub Sulsel 2018. tribun timur/muhammad abdiwan 

Dalam sifat kesabaran ini, adik Mentan ini banyak memperoleh pembelajaran dari sosok ibunya. Kesabaran merupakan ‘akar’ kehidupan yang menurut ibunya mampu membuat kita utuh dalam kemanusiaan sekaligus ‘guyub’ dalam rasa keimanan kepada Allah SWT.

Setamat sekolah dasar, Andi Sudirman melanjutkan studinya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Ujung Lamuru Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulsel di tahun 1995.

Pada masa SMP inilah, Andi Sudirman benar-benar merasakan bagaimana hidup mandiri dalam keprihatinan hidup yang demikian sederhana. Berbekal uang saku yang hanya Rp 250 plus sekarung beras per bulan, Andi Sudirman menumpang tinggal di rumah seorang kawan neneknya.

Hal ini dilakukan karena letak sekolahnya memang cukup jauh dari dusun tempat tinggal Andi Sudirman.

Bisa dibayangkan, bagaimana seorang anak berusia 12 tahun harus berpisah dari orang tuanya dan hidup sendiri dengan bekal seadanya demi mengejar pendidikan yang lebih baik.

Di masa SMP ini, Andi Sudirman harus pandai-pandai mengatur hidup dan keuangannya. Segala pekerjaan dilakukannya sendiri. Setiap pulang sekolah, Andi mencuci baju sekolahnya sendiri untuk dipakainya kembali esok hari. Semua rutinitas ini dilakukannya tanpa sedikitpun menggerutu

Satu hal yang menarik dari masa ini adalah bagaimana Andi Sudirman mulai belajar menjajal cara-cara berpikir lateral (out of the box).

Sejak masa SMP, Andi demikian aktif merambah semua organisasi pelajar yang ada di sekolahnya, seperti OSIS, MPK (semacam dewan legislatif pelajar) dan Sispala (siswa pencinta alam).

Persentuhannya dengan berbagai organisasi ini memang tidak main-main. Bagaimana tidak, baru terjadi sepanjang keberadaan SMA Negeri 1 Watampone, ada seorang pelajar yang mampu dipercaya menjabat ketua di semua organisasi ini dalam waktu bersamaan terpilih untuk ketiga posisi tersebut.

Masa subur tumbuhnya jiwa kepemimpinan ini menjadi bagian dari tahapan hidup Andi Sudirman yang paling melekat hingga kini. Dalam periode ini, Andi belajar bagaimana mengambil sebuah keputusan dengan cepat, bagaimana melakukan negosiasi serta berpikir dealektis untuk menyatukan berbagai pikiran dan kepentingan yang ada dalam dinamika sebuah organisasi. Pada masa ini pula, Andi banyak belajar bagaimana menghadapi berbagai tekanan serta merancang berbagai aksi serta cara mengimplementasikannya di lapangan.

Inilah yang menjadikan Andi Sudirman sangat menonjol di antara kawan-kawan seusianya. Cara berpikir lateral adalah cara berfikir bagaimana memecahkan sebuah masalah (problem) dengan metode di luar alur berpikir logis-konvensional. Berpikir model seperti ini memang membutuhkan sebuah kecerdasan di atas rata-rata, dan Andi Sudirman dalam usia yang masih hijau saat itu telah mampu menerapkannya.

Andi memang lebih nyaman menampilkan diri apa adanya. Di samping kesederhanaan yang sangat melekat dari pribadinya, Andi juga mulai menunjukkan watak yang tak ingin dikenal karena dia anak siapa atau saudara siapa. Semua prestasi yang diraihnya waktu itu merupakan hasil dari kerja dan belajarnya sendiri yang memang cukup keras.

Pernah suatu ketika, jelang akhir masa sekolahnya, gurunya sangat kaget karena baru mengetahui bila Andi Sudirman ternyata bersaudara dengan Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian saat ini), padahal mereka satu sekolah. Saat itu nama mereka berdua memang cukup populer karena prestasi di sekolahnya. Namun tak ada yang tahu bila mereka sebenarnya bersaudara.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved