Waduh Belum Seminggu Diserahoperasikan, PLTU Punagaya Jeneponto Kecurian
GI Punagaya merupakan salah satu fasilitas evakuasi daya yang sangat vital untuk kelistrikan di Sulsel.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Serah Terima Operasi Proyek (STOP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya Unit 1 (1 x 100 MW) di Desa Punagaya, Jeneponto, Sulawesi Selatan dilakukan Kamis (28/12/2017).
Serah terima dari General Manager PLN UIP Sulbagsel Hening Kyat Pamungkas kepada General Manager Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) Bob Saril, disaksikan langsung Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Syamsul Huda.
Belum seminggu STOP ini berlangsung, kabar mengejutkan datang dari Manager sektor Punagaya, Dimas Satria lewat rilis, Senin (1/1/2018) PLTU di Sulsel telah dimasuki beberapa pencuri.
"Sekitar pukul 02.00 Wita, Senin dinihari telah terjadi pencurian kabel ground di area switchyard GI (Gardu Induk) Punagaya," ujar Dimas.
GI Punagaya merupakan salah satu fasilitas evakuasi daya yang sangat vital untuk kelistrikan di Sulsel.
"Mengingat GI tersebut akan menjadi sarana vital penyuplai energi dari pembangkit besar PLTU Jeneponto 4x100 MW milik Bosowa Energi dan PLTU Punagaya 2x100 MW," kata Dimas.
Ia pun mengharapkan perhatian pemerintah usai kejadian tersebut. "Perlu mendapat perhatian serius di sisi pengamanan," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/set1_20171228_152942.jpg)