Kontes Modifikasi Bikin Kreativitas Anak Muda Terpacu
Cara pabrikan Honda untuk terus memacu kreativitas anak muda didunia modifikasi patut diacungkan jempol.
Penulis: Hasriyani Latif | Editor: Hasriyani Latif
Laporan Wartawan TribunTimur.com, Hasriyani Latif
TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR - Di garasi sebuah rumah di Kompleks Perumahan Unhas, Antang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) kerap terparkir beberapa unit motor.
Bukan ban bocor yang menunggu pengerjaan tambal. Bukan juga soal aki soak atau saringan udara kotor sehingga perlu diservis. Motor-motor itu menunggu giliran untuk dipermak.
Garage 13 Khadry. Begitu Alqadry menamai bengkel miliknya. Ukurannya tak begitu luas, namun cukup buat menampung beberapa unit motor. Pas juga buat lokasi tongkrongan asyik bagi para anak muda yang ingin berbagi informasi seputar dunia otomotif.
Ditemui tribun-timur.com, beberapa waktu lalu, ia terlihat sibuk beres-beres. "Sementara dibenahi. Bersih-bersih sedikit biar kelihatan lebih rapi," ujar pria 27 tahun itu. Bengkel yang sudah lama beroperasi itu dikelola secara mandiri. Tak ada asisten yang dipekerjakan untuk memudahkan kerja-kerjanya. "Karyawan tak ada. Teman-teman yang datang nongkrong di Garage biasanya sekalian ikut membantu," katanya.

Garage 13 Khadry memang bukan seperti bengkel-bengkel yang ada di pinggiran jalan pada umumnya. Ini bengkel khusus modifikasi. "Saya melayani pengerjaan modif, motor trail juga," tuturnya.
Dikalangan bikers atau anggota komunitas motor, Garage 13 Khadry cukup familiar. Tak terhitung jumlah unit motor yang sudah ia reparasi. Menurutnya, di era sekarang ini peruntukan motor tak sekadar dipakai sebagai alat transportasi. Tak sedikit yang membeli motor untuk tujuan melampiaskan hobi atau lifestyle. "Tapi tetap nyaman dipakai yah," tandasnya.
Nah, di bengkel inipula, Alqadry mengutak-atik tunggangan lawas Honda Tiger produksi 1997 miliknya. Yah, motor kesayangan yang dijuluki 'Gassing' itu terparkir di sudut bengkel.
Siapa sangka, motor bekas yang ditebus dengan dana Rp 6 juta itu kini menjelma menjadi kuda besi yang gagah, sesuai dengan namanya Gassing yang dalam Bahasa Makassar berarti Kuat.
Sekilas, Anda yang melihat motor ini bisa jadi tak percaya bahwa itu adalah Honda Tiger. Bagaimana tidak, sebagian besar part dipermak. Bisa dibilang custom. Ada yang dibuat sendiri, adajuga yang menggunakan part jadi tapi dipoles lagi (hand made).
Untuk idenya sendiri, ia menceritakan, Gassing merupakan hasil kolaborasi antara chasis yang diambil dari konsep motocross dan bobber. Kemudian ada penambahan konsep cafe racer, thunder bike, dan flat tracker.
"Dasarnya itu kebetulan saya suka trail, rangkanya trail, arm belakangnya bobber. Sebagai pemanis sekaligus menggambarkan ciri khas Makasssar, saya 'ukir' nama Gassing lengkap dengan tulisan lontarak," ujarnya.

Ia mengaku butuh waktu sekitar tiga bulan lebih untuk memodifikasi tunggangannya itu. "Bahkan saya itu pernah tak tidur, begadang sampai pagi. Namanya mendesain sebuah motor yah memang harus detail, satu per satu sehingga menghasilkan model kendaraan yang betul-betul kita inginkan," ungkapnya.
Lantas berapa dana yang dikeluarkan untuk mendandani kuda besinya itu? Saat tribun-timur.com menebak belasan juta, Alqadry spontan tertawa. "Itu rendah sekali. Seharga PCX," timpalnya.
Meski mengeluarkan uang sekitar Rp 40 juta, itu tak masalah baginya. Ia menuturkan, modifikasi sudah menjadi hobinya. Ditambah lagi, ia memang kerap mengikuti sejumlah kontes modifikasi, salah satunya kontes modifikasi akbar Honda Modif Contest (HMC).