Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Catatan Kecil: Relawan Sulsel dalam Tsunami Aceh, Mengapa SSPA Disebut Pasukan Sapu Bersih?

Tidak ada yang berani masuk ke gorong-gorong itu, saya masuk dan keluarkan mayat yang sudah hancur,” kata Taqwa Yunus.

Tayang:
Penulis: AS Kambie | Editor: AS Kambie
13 Tahun Tsunami Aceh 

Hasil rembug mereka, sasaran pertama setelah RS Zaenoel adalah Masjid Raya Banda Aceh yang akan digunakan Jumat pertama pascatsunami, Jumat (7/1/2005).

Satu regu SAR disiapkan membantu membersihkan halaman masjid, tim lainnya ditugaskan membersihkan sisa-sisa lumpur yang sudah mengering di halaman RS. Anggota tim lainnya mengepel lantai RS.

Saat tim beraksi, Yasin Limpo, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, dan pejabat lainnya mulai melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak di Banda Aceh.

Saya bersama tiga wartawan lainnya memilih jalan-jalan naik bentor (becak motor) keliling kota. Secara kebetulan kami bertemu Mayor TNI Awaluddin, anggota TNI Kodam Iskandar Muda, NAD, dari Kabupaten Pinrang, Sulsel. Kami ditemani jalan-jalan keliling kota.

Dia perlihatkan kepada kami beberapa bagian yang masih dipenuhi timbunan sampah.

Di Jl Panglima Polem, sekitar dua kilometer dari laut, tepatnya di depan Kantor Pemasaran Suzuki Motor, terlihat dua buah kapal bermotor menabrak bangunan.

Ih, ternyata di bagian depan kapal itu, di salah satu sudut bangunan, terbujur mayat yang sudah membengkak. Mayat itu tertimbun sampah berupa papan dan balok-balok.

Beberapa teman mencoba menarik mayat itu keluar dari tindisan lambung kapal.

“Eh, jangan ditarik keras nanti putus lututnya,” teriak maeramen Makassar TV.

Demikian pula di Jl Pocut Barem, di depan Gereja GPIB, kami menemukan beberapa mayat.

Menurut pengakuan Awaluddin, dia bersama timnya mengevakuasi 80 mayat di tempat itu. Salah satunya mayat orang asing. "Mungkin pendeta gereja ini," kata Awaluddin.

Di samping gereja itu, ada Gedung Departemen Perdagangan NAD. Lumpur dan sampah memenuhi gedung itu.

Di salah satu tiangnya terdapat sebuah mobil yang di atasnya ada mayat terjepit antara atas mobil dengan langit pintu masuk gedung.

"Kami mencoba menariknya kemarin, tapi justru hanya kakinya yang copot," kata Awaluddin.

Kami memberanikan diri memasuki gedung itu. Bau bangkai terasa kian menyengat. Masker yang kukenakan tak kuasa membendung serbuan bau itu.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved