Begini Upaya BPBD Barru Antisipasi Bencana Banjir

Diantaranya di Desa Lalabata dan Desa Pancana Kecamatan Tanete Rilau dan di Desa Ajakkang, Kecamatan Soppeng Riaja.

Begini Upaya BPBD Barru Antisipasi Bencana Banjir
akbar/tribunbarru.com
Kepala Seksi (Kasi) Kesiapsiagaan BPBD Barru, Abdul Muhaemin Hasan. 

Laporan Wartawan TribunBarru.com, Akbar HS

TRIBUNBARRU. COM, BARRU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barru saat ini menjalankan program desa tangguh bencana.

Program tersebut sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya bencana, khususnya banjir.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Kesiapsiagaan BPBD Barru, Abdul Muhaemin Hasan saat ditemui di Kantor BPBD Barru, Rabu (20/12/2017).

"Saat ini kami sedang merealisasikan program desa tangguh bencana untuk masyarakat Barru. Program ini  merupakan program BNPB pusat yang kami adopsi dalam melakukan antisipasi bencana khususnya di desa rawan banjir," kata Muhaemin kepada tribunbarru.com.

Muhaemin menyebutkan, untuk saat ini BPBD Barru fokus pada penanganan desa yang dilintasi area rel kereta api karena adanya perubahan struktur genangan air.

Diantaranya di Desa Lalabata dan Desa Pancana Kecamatan Tanete Rilau dan di Desa Ajakkang, Kecamatan Soppeng Riaja.

Desa-desa tersebut, kata dia, adalah termasuk desa yang dianggap rawan bencana.

"Dan untuk mengantisipasi bencana di desa itu, maka program desa tangguh bencana ini kami terapkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pemahaman mengantisipasi bencana," ujarnya.

Yakni memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan pengetahuan penyelamatan barang berharga sedini mungkin dan cara menyiapkan evakuasi mandiri.

Selain itu, Muhaemin menambahkan bahwa pihaknya juga saat ini sementara melakukan pemetaan wilayah desa untuk menerapkan program desa tangguh bencana tersebut di desa lain di 2018.

"Sebelumnya juga sudah ada empat desa yang kami fokuskan untuk program tersebut. Dan untuk pelaksanaannya di 2018 mendatang sementara kami lakukan pemetaan wilayah desa untuk diterapkan program desa tangguh bencana ini di desa-desa lain," ujarnya.

Muhaemin pun berharap masyarakat bisa menyusun kajian risiko bencana agar nantinya dapat menjadi panduan jika terjadi bencana secara tiba-tiba.

"Tentu kami berharap program ini bisa menjadi acuan kami untuk meningkatkan ketelibatan masyarakat dalam menanggulangi becana sedini mungkin," tutur Muhaemin.

Penulis: Akbar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved