Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kejati Sulselbar Minta Duit ke Pemprov Sulsel? Begini Penjelasan Kasi Penkum

Ironisnya lagi, penipuan ini mencatut nama pejabat Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat dengan meminta uang atau dana.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Ardy Muchlis
HASAN BASRI/TRIBUN TIMUR
Pejabat Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat dengan meminta uang atau dana. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Pihak Kepala Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Provinsi Sulawesi Selatan mengadukan upaya penipuan oleh orang tak dikenal ke Kejati Sulselbar

Ironisnya lagi, penipuan ini mencatut nama pejabat Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat dengan meminta uang atau dana.

"Benar kami mendapatkan informasi tentang pencatutan nama Kejaksaan. Itu kita ketahui setelah salah satu SKPD melaporkan ke Kejati," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin.

Menurut Salahuddin upaya pencatutan ini melalui dalam bentuk selebaran surat yang dikirim ke Satker PBL Pemprov. Surat itu tertulis di kop atas nama Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Makassar dengan nomor: 01/pan-Natal Kejati /XII/2017.

"Di surat tertulis perihal donatur perayaan natal. Surat itu ditujukan kepada Ke Kepala Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Provinsi Sulsel," kata Salahuddin.

Adapun isinya berbunyi, sebagaimana kita ketahui bersama setiap tahunya seluruh umat kristiani merayakan natal dalam rangka memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus.

Untuk maksud tersebut, kami dari panitia dengan kerendahan hati memohon dengan kiranya bisa diberikan bantuan dana agar pelaksaan kegiatan itu berjalan dengan baik dan sukses.

Rencana kegiatan diadakan Rabu 20 Demseber 2017 sekitar pukul 18.00 Wita di Hotel Grand Clarion. Kemudian ditandangani mengatasnamakan Panitia Pelaksana, ketua Jefri P Makepedua dan Sekretaris Andi Imanuel Palebangan.

Salahuddin mengaku bahwa surat tersebut tidak benar adanya. Adapun tandatangan telah dipalsu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Kami telah klarifikasi dan di konfirmasi ke yang bersangkutan dan itu tidak benar," tegas Salahuddin. (San)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved