Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dituding Bohongi Warga Hingga Kalah di PTUN, Ini Pembelaan Pemilik SIT Ibnu Sina

Saat ini, pembangunan sekolah yang direncanakan berlantai lima tersebut dihentikan setelah dinyatakan kalah di PTUN

Tayang:
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM
Dr Qayyim Munarka bersama pengurus SIT Ibnu Sina dan orangtuasiswa menggelar konfrensi pers di lokasi pembangunan SIT Ibnu Sina, Kompleks Unhas Baraya, Kamis (14/12/2017), 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Polemik pembangunan gedung Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ibnu Sina di bawah naungan Yayasan Amal Jariyah Ibnu Sina, yang beralamat di kompleks Unhas Baraya terus berlanjut.

Saat ini, pembangunan sekolah yang direncanakan berlantai lima tersebut dihentikan setelah dinyatakan kalah di PTUN Makassar atas gugatan warga kompleks Unhas Baraya.

Dr Qayyim Munarka selaku pemilik SIT Inu Sina angkat bicara terkait polemik yang masih bergulir di PTUN ini.

Dalam konfrensi pers di lokasi pembangunan SIT Ibnu Sina, Kamis (14/12/2017), Qayyim mengatakan persoalan ini berawal dari masalah pecah kongsi di Yayasan Ikhtiar yang sempat diketuai olehnya.

"Ini terjadi karena adanya pecah kongsi, 2007 saya Ketua Yayasan Ikhtiar lalu 2008 saya bikin Sekolah Islam Terpadu Ikhtiar, terus 2010 bikin SMP lalu 2011 saya dicopot sebagai ketua yayasan, saya terima dan tetap jalan dengan Sekolah Islam Terpadu Ikhtiar."

Setelah dicopot sebagai Ketua Yayasan Ikhtiar, Qayyim bersama beberapa guru yang keluar dari yayasan tersebut membentuk yayasan baru bernama Yayasan Amal Jariyah Ibnu Sina yang kemudian menjadi cikal bakal SIT Ibnu Sina.

Yayasan tersebut dibangun di rumah pribadi Qayyim yang lokasinya tak jauh dari Yayasan Ikhtiar.

"Pada 2013 muncul berbagai tekanan khususnya sama guru-guru Ikhtiar, diintimidasi dan sebagaianya. Akhirnya mereka ramai-ramai keluar dan mengadu ke saya untuk bikin sekolah sendiri."

"Saya menampung aspirasi itu saya kemudian membangung Yayasan Amal Jariyah dan menjadi cikal bakal SIT Ibnu Sina. Alhamdulillah kita lihat perkembangannya dan akan segera bangun gedung lima lantai," ungkap Qayyim.

Pembangunan gedung sekolah lima lantai inilah, yang kemudian dipersoalkan oleh warga hingga digugat ke PTUN atas tuduhan membangun gedung tanpa seizin warga dan IMB yang dipalsukan.

Padahal menurut Qayyim, IMB gedung tersebut sangat jelas dan telah disetujui warga sekitar gedung yang dibuktikan dengan tanda tangan pada saat pengurusan IMB.

"Ada pihak-pihak yang kemudian merasa dirugikan dengan pembangunan ini lalu menggalang dukungan untuk menolak pembangunan sekolah ini." ungkap Qayyim.

"Saya kira masih banyak hal negatif yang perlu ditolak mereka, jangan upaya-upaya membangun moralitas bangsa genersi muda kita, ini yang ditentang mereka dengan sudut pandang tadi," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved