Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jokowi Serahkan 2 Kuda, JK Amplop, Mentan Jaket Gratifikasi

Wapres JK pernah banyak terima bingkisan dan amplop, dan menteri agama pernah terima 1 kontainer kurma dan pedang berlapis emas.

Editor: Edi Sumardi
DOK KEMENTAN
Presiden Jokowi dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat mengunjungi Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Senin (27/11/2017). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi khusus kepada tiga pejabat negara; Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, karena paling patuh melaporkan gratifikasi, sebagai contoh yang baik kepada bawahan.

Apresiasi KPK itu diungkapkan dalam akun mikroblog resmi @KPK_RI dan oleh Ketua KPK Agus Rahardjo, pada Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) dalam rangkaian Peringatan Hari Anti Korupsi sedunia #HAKORDIA2017 di Menara Bidakara, Jakarta Selatan,

Di acara yang dibuka Presiden Jokowi (Senin 11/12/2017) dan ditutup Wapres Jusuf Kalla (Selasa 12/12/2017) itu.

Dari catatan Tribun, Jokowi pernah menyerahkan 2 ekor kuda, kacamata, dan gitar.

Wapres JK pernah banyak terima bingkisan dan amplop, dan menteri agama pernah terima 1 kontainer  kurma dan pedang berlapis emas.

“Ada banyaklah. Yang tahu ya, KPK. Pak JK tak pernah buka dan lihat. Tanya KPK,” ujar Jubir Wapres Husain Abdullah, kepada Tribun.

Sedangkan secara terpisah, Menteria Pertanian Amran Sulaiman, usai acara, mengaku beberapa kali pernah mengembaikan gratifikasi ke KPK.

“Pernah kompor, jaket, dan uang,” katanya kepada Tribun, usai ikut  terima penghargaan itu dari kategori lembaga.

Menteri Amran, datang karena menerima kementerian yang dipimpinnya terima penghargaan kategori Penghargaan Pengendali Sistem Pengendali Gratifikasi Terbaik.Selain apresiasi ke perorangan yang disebut khusus KPK juga memberi apresiasi dan penghargaan kepada 38 lembaga atau institusi di pusat/daerah, dan BUMN.

Rinciannya; 8 kementerian, 7 lembaga negara dan setingkat menteri, 11 pemerintah kabupaten/provinsi, 3 DPRD, 10 BUMN dan BUMD.

Untuk lembaga ada empat kategori; Penghargaan Pengendali Sistem Pengendali Gratifikasi Terbaik (9 lembaga), Kategori Implementasi e-LHKPN Terbaik (15 lembaga), Kategori

Kepatuhan Pelaporan LHKPN (15 lembaga), dan Kategori khusus (5 lembaga).

Dari Sulsel ada tiga lembaga. DPRD Sulsel, dan dua pemerintah kabupaten, Pinrang dan Bone.
menerima penghargaan kategori  Kepatuhan Pelaporan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).

Ketua DPRD Sulsel Moeh Roem (Golkar), 4 wakil ketua; Ashabul Kahfi (PAN), Ni’matullah RB (Demokrat), Andi Rachmatika Dewi (Nasdem), dan Yusran Sofyan (Gerindra), ikut menerima penghargaan.

Sedangkan untuk Pinrang diterima Bupati Andi Aslam Patonangi, dan Bone Bupati Andi Fahsar A Padjalangi.

Sebelum JK tiba, sejumlah pejabat, seperti Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan MenPAN-RB Asman Abnur, telah hadir terlebih dahulu. Mereka langsung duduk di kursi bagian depan.

Apa respon JK atas penghargaan dari KPK itu?

"Ya saya harus memberi contoh, lengkap dengan jumlah kekayaan, lengkap dengan pajaknya, kita harus seperti itu," kata JK di kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2017).

JK mengaku selalu disiplin menulis laporan penerimaan gratifikasi dan LHKPN. Laporan itu kemudian diserahkannya kepada KPK.

"Saya dari dulu hal-hal seperti itu anak buah saya selalu disiplin melaporkan, apa itu, jumlahnya," tutur JK.

Kalla mengatakan, pemberantasan korupsi bisa dimulai dari perilaku, good governance, pengawasan, dan tentu tingkat kesejahteraan yag baik dr seluruh masyrakat kita.

“Banyak dilema, tapi kita harus tetap berusaha.”

Wapres mengatakan, “Kita semua hadir disini untuk bertekad mengakhiri perilaku koruptif, tentu tidak mudah. Semoga apa yang dihasilkan di hari AntiKorupsi Sedunia itu, hanya penjadi penghias buku, tapi bisa kita terapkan bersama-sama.”

Sebelumnya, Agus Rahardjo menyebutkan sosok-sosok yang paling patuh melaporkan gratifikasi ke KPK.

Agus kemudian mengungkit sikap Jokowi yang selalu melaporkan pemberian orang lain saat dia jadi pejabat publik. Bahkan sebelum menjadi Presiden RI.

"Perlu Bapak-Ibu ketahui, sebelum jadi presiden bahkan beliau sudah serahkan barang-barangnya. Bapak-Ibu masih ingat gitar dari Metallica?" kata Agus.

Agus berharap sikap ketiga sosok ini bisa jadi inspirasi bagi pejabat-pejabat lainnya.

Penghargaan Bersejarah Kementan dari KPK dan Kemenpan RB

Pada acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia ini, Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah Kepemimpinan Amran memperoleh penghargaan untuk kategori Kementerian dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menteri Amran hadir menerima langsung penghargaan tersebut.

Salah satu pimpinan KPK, Saut Situmorang menyebutkan kinerja Mentan bagus.

“Kinerja Menteri Amran bagus. Terlihat dari harga pangan stabil,” demikian ungkap Saut saat doorstop di acara Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2017 yang dilaksanakan di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Bagi kementan, ini adalah penghargaan pertama bagi lembaga itu, setelah pada periode pemerintahan sebelumnya, kementerian ini sering dapat stigma negatif.

“Ini prestasi dan sejarah lementan, setelah sekian  puluh tahun berjuang untuk melawan Korupsi. Terbukti, mendapatkan Penghargaan dari KPK/ Awarding Gratifikasi ' Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik 2017'.

Secara terpisah dalam rilis yang diterima Tribun dari Kementan disebutkan ada dua lembaga dibawah kementan yang dapat pujian khusus dari Kementerian Pendayagunaan

Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Pertama Balai Besar Pelatihan Penyuluhan Batang Kaluku di Gowa, dan  Balai Sertifikasi dan Pengujian Mutu Produk Hewan Bogor.
Dua unit ini yang menerima Penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Zona Integritas (ZI).

“Semoga unit lainnya mengusul lebih banyak tahun berikutnya,” ujar Mentan.(*/dar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved