Pilgub Sulsel
Gagal Lobi Partai, Calon Gubernur Sulsel Ini Pun Bubarkan Tim Sukses
Saya ini ketua bidang pemuda saat Akbar Tandjung jadi Ketua DPP KNPI dan Tajhyokumolo sekjennya. Kini Tjahyo itu menteri dalam negeri,
Penulis: Mulyadi | Editor: Thamzil Thahir
Dia juga mengupload fotonya dengan mantan Seprov Sulsel Andi Tjonneng Malombassang, di Jl Sultan Alauddin, Makassar. “Beliau adalah yang dituakan dikeluarga Kerajaan Gowa dan mantan Sekda Provinsi Sulawesi - Selatan. (23/10/2017),” tulisnya di akun media kampanyenya.
Sekadar diketahui, tahapan Pemilihan Gubernur Sulsel, mulai Desember 2017 hingga Februari 2018, memasuki masa krusial sebelum mendaftar resmi di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Hingga akhir Desember ini, masa pendaftaran calon perseorangan. Kamarullah tak mendaftar dan serahkan persyaratan KTP.
Namun dia aktif memperkenalkan diri. Bahkan dia berkampanye di selasar rumah sakit di depan pasien yang akan periksa di Barru.
Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 akan digelar serentak di 171 daerah, tepatnya di 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota di Indonesia.
Tahapan penting di antaranya pendaftaran pasangan caloni jalur partai politik darpada 8-10 Februari, dan pemungutan suara pada 27 Juni 2018.
Masa kampanye sendiri akan dimulai pada 15 Februari 2018 dan masa tenang dan pembersihan alat peraga akan dimulai pada 24 Juni 2018.
Adapun pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Serentak 2018 sendiri akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018. Sedangkan rekapitulasi akan dilaksanakan pada 28 Juni 2018.
Dalam sebuah wawancara dengan media Mens Obsession, beberapa waktu lalu, Kamarullah menyatakan maju bersain di Pilgub Sulsel, karena desakan teman-temannya semasa kuliah aktif di DPP KNPI di Jakarta.
“Saya ini ketua bidang pemuda saat Akbar Tandjung jadi Ketua DPP KNPI dan Tajhyokumolo sekjennya. Kini Tjahyo itu menteri dalam negeri,” kata birokrat yang pensiun dengan pangkat golongan tertinggi IV-E ini.
Kamarullah Halim, adalah putra dari satu dari tujuh anak mendiang pengusaha penggilingan beras ternama di Parepare, Haji Abdul Halim Ali.
Ayahnya merintis usaha penggilingan padi, Adjatappareng di kota Parepare. “Karena penggilingan padi berproduksi padi dari Sidrap, Sengkang, Pinrang, Barru dan Pare-pare tempat Penggilingan Padi Ajatappareng,” tulisnya.
Ayahnya sendiri adalah putra dari saudagar ternama kota transit dan pelabuhan itu, dengan nama Fa Haji Ali. “Penggilingan padi itu didirikan di Parepare tahun 1944.” (zil)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kamarullah-halim_20170514_131657.jpg)