Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Usulan Perjalanan Dinas Rp 4,7 Miliar ke Rusia, Ini Penjelasan Kepada DPM-PTSP Sulbar

Ia mengatakan, selain ke Rusia, banyak negara tujuan lainnya yang dapat menjadi pilihan mereka untuk melakukan misi dagang

Penulis: Nurhadi | Editor: Imam Wahyudi
nurhadi/tribunsulbar.com
Amir Maricar 

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulbar, Amir Maricar, kembali menegaskan bahwa dana perjalana dinas ke Rusia sebanyak Rp 4,7 miliar yang diusulkan ke DPRD Sulbar, murni untuk keperluaang misi dagang.

Saat ditemui TribunSulbar.com, di ruangan kerjanya Jl. Abd Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Sulbar, Amir mengatakan dana tersebut diusulkan atas ide Gubernur Sulbar yang nilainya ditentukan berdasarkan kebijakan standar perjalanan dinas Kementerian Keuangan.

"Jadi ini memang diusulkan murni untuk misi dagang, kita akan ikut program Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan mau nonton Piala Dunia. Tahu apa saya soal jadwal Piala Dunia, lagian saya juga tidak hobil dengan bola," kata Amir kepada TribunSulbar.com.

Ia mengungkpakan, mengenai soal anggaran tersebut, ada beberapa orang anggota Komisi II DPRD Sulbar yang sepakat dengan usulan tersebut, dan mengatakan akan memperjuangkan.

"Kita selalu berpikir begini, memang dalam hal investasi kita harus buka diri keluar, bagaimana kita bisa menarik investor masuk di daerah kalau tidak pernah memperkenalkan daerah kita diluar berserta potensinya," ujarnya.

"Ini memang Program BKPM yang terkait dengan daerah, sebuah kemitraan luar negeri yang dimasukan untuk memfasilitasi UKM dan PMA-PMD untuk melakukan forum bisnis di luar negeri dengan tujuan utamanya mendaptkan potensial buyer dan investor. Dinas UMKM itu tidak bisa menganggarkan ini, sehingga semuanya tertumpuk ke Dinas Penanaman Modal karena memang ini ranahnya penanaman Modal, buktinya ini program dari BPKM bukan Kementerian," jelasnya.

Ia mengatakan, selain ke Rusia, banyak negara tujuan lainnya yang dapat menjadi pilihan mereka untuk melakukan misi dagang di luar negeri seperti, Beijing, Roma Italia, Seoul Korea Selatan, Tokyo, Taipe, Cikago Amerika, dan beberapa negara lainnya.

Namun, kata Amir, pihaknya memilih Rusia atas ide Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) sebab mengaku sudah ada hubungan baik atau pernah melakukan komunikasi dengan pihak Kedubes Rusia.

"Selama ini kita tidak tahu soal Rusia, siapa tahu mereka justru lebih besar kemungkinan investasinya dibanding investor asing yang sudah masuk di Sulbar, seperti China, Korea dan Jepang, yang saat ini ingin mencaba mengembangkan pembangkit listrik tenaga mikro Hidro dari cangkan kelapa sawit sebagai pengganti batu bara," paparnya.

Lanjut Amir menjelaskan, program tersebut untuk melakukan memfasilitasi dinas penanaman modal untuk berpartisifasi aktif dalam kegiatan promosi Marketing Insvestasi Indonesia (MII) dan Tride Tourism and Investment (TTI) Internasional dan Bisnis Forum sebagai tindak lanjut misi investasi pemerintah pusat.

"Perjalan dinas ke luar negeri standarnya belum diautur dalam pergub, sehingga kita berpedoman pada aturan Kementerian Keuangan dan kita juga sudah browsin tiket perjalanan Pulang Pergi dan Selama lima hari disanan serta segala kebutuhan lain itu sudah sesuai dengan yang kita usulkan," ujarnya.

Soal berapa yang ikut jika anggaran itu disetujuai, lanjutnya, itu akan diatur setelah disetujui dalam KUA-PPAS sebab akan diserahkan kembali pihak DPM PTSP untuk diautur dalm selanjutnya ditetapkan menjadi Perda APBD 2018.

"Bagaimana pun, kita harus laksanakan karena ini program strategi nasional. Untuk tahun 2018 itu taget investasi secara nasional sebanyak 945 triliun dan itu dibagi ke semua daerah, tahun ini Sulbar dapat target 1,8 Triliun, nah target itu sesuai berapa jumlah penanam modal yang ada disini," katanya.

Jika anggaran tersebut disetujui ke Rusia, hal pertama yang ingin mereka promosikan adalah icon Sulbar, yakni Kakao kemudian kopi

"Kemudian mau tidak mau kalau kita bicara Tourism pasti juga ikut memperkenalkan budaya kita di Sulbar. Tapi yang paling utama semua itu tolong di klarifikasi soal nonton Piala Dunia, karena saya tidak pernah ongomon sama sekali, tahu apa saya soal jadwal piala dunia. Saya sudah sampai ditanya Gubernur kata sembarang saya bilang, jadi saya bilang saya tidak pernah bicara seperti itu Pak Gub," harapnya.

"Kita juga sampaikan bahwa kita mengusulkan ini ada dasarnya. Dalam hal infrastruktur Rusia kita harus aku bagus karena termasuk negara Adidaya ketiga yang terbesar di dunia, dari segi IT juga bagus, belum lagi yang lain, sehingga kita membuka diri ke Rusia karena mereka juga buka diri ke Kita," tuturnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved