Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sejumlah Professor Bahas Disertasi Ichsan YL

Pengalaman dan terobosan IYL dalam menerapkan Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) di Gowa saat menjadi Bupati, bisa dikembangkan lebih luas.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM
Prof Andi Pangerang Moenta 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Pakar Hukum Tata Negara Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Dr Pangerang Moenta SH, MH ikut memberi pujian atas perhatian dan kepeduliaan Ichsan Yasin Limpo (IYL) terhadap pengembangan kualitas pendidikan di tanah air.

Bagi guru besar Fakultas Hukum ini, pengalaman dan terobosan IYL dalam menerapkan Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) di Gowa saat menjadi Bupati, bisa dikembangkan lebih luas.

Apalagi, Ichsan yang sudah melakukan studi komparasi di tujuh negara tentang sistem pendidikan dasar di tujuh negara untuk kepentingan disertasi gelar doktor, hasilnya bisa dijadikan salah satu referensi.

Baca: Dukung Iksan-Paris, Ini Instruksi Megawati utuk Kader PDIP di Jeneponto

"Penguatan-penguatan dari hasil penelitian untuk disertasi (gelar doktor IYL), itu bisa dijadikan masukan dalam pengembangan SKTB," papar Pangerang saat memberikan pandangannya di FGD Pengembangan SKTB di Hotel Sheraton Makassar via rilis ke Tribun, Senin (11/12/2017).

Bagi dia, hasil penelitian Ichsan tersebut, juga patut dipertimbangkan untuk pengembangan dibeberapa lokasi di Gowa.

Bahkan, jika hasilnya jauh lebih baik, maka itu bisa diterapkan secara umum.

"Kalau memang masukan (IYL) untuk pengembangan SKTB hasilnya justru lebih bagus lagi, maka kenapa tidak untuk diterapkan," katanya.

Sekadar diketahui, IYL yang dalam waktu dekat akan menjalani ujian hasil penelitian disertasi gelar doktornya.

Ide dan gagasan brilian IYL terhadap pendidikan selalu mengundang decak kagum dari sejumlah guru besar pendidikan di Indonesia.

Baca: Konfirmasi Masalah Ini, Tim IYL-Cakka Datangi KPU Bantaeng

Bahkan, mantan Ketua Tim Pengembangan Kurikulum Indonesia, Prof Dr Said Hamid Hasan, justru lebih mendorong Ichsan menjadi menteri.

Selain itu, saat FGD yang melibatkan sejumlah guru besar dan pemerhati pendidikan, IYL banyak mendapat support atas gagasan dan perhatiannya terhadap pendidikan.

Mulai dari mantan Staf Ahli Menteri Pendidikan, Prof Bambang, Ketua PGRI Sulsel, Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, dan Pakar Administasi Tata Negara Prof Dr Aminuddin Ilmar.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved