Abraham Samad Akan Orasi di Taman Macan Sore Ini, Ada Apa?
Selain di Kota Makassar, peluncuran Amnesty Internasional juga dilakukan serentak di Jakarta, Bandung, Yogya, Solo, Bali dan Malang Menur
Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Abraham Samad diagendakan membawakan orasi Hak Asasi Manusia (HAM), Kamis (7/12/2017) sore ini.
Bertempat di Taman Harimau Indonesia (THI) atau yang lebih dikenal sebagai Taman Macan, pertigaan Jl Sultan Hasanuddin-Jl Balaikota, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kehadiran Abraham tersebut dalam rangka peluncuran Amnesty Internasional Indonesia (AII) dan Aksi Kamisan.
Kegiatan ini digelar Amnesty Internasional Indonesia bekerjasama Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi (KPJKB).

Rencana kegiatan ini disampaikan Humaerah, relawan KPJKB, melalui rilisnya, pagi tadi.
"Kegiatan ini terbuka. Kami juga mengundang kawan-kawan yang selama ini aktif memperjuangkan dan membela HAM," ujar Humaerah.
Aksi Kamisan ini mengangkat Tema Menyatukan Gerakan HAM Kolektif.
Sebelum Abraham orasi, kegiatan ini akan diawali sambutan dari Haeril Halim dari Amnesty Internasional Indonesia dan Koordinator Relawan KPJKB Upi Asmaradhana.
Lalu pembacaan puisi oleh Maysir Yulanwar, penulis dan penyair Kota Makassar.
Untuk memeriahkan acara ini, panitia pelaksana juga juga telah mengundang Bigdeal Band untuk menghibur.
Disusul pertunjukan teater dari FKP Sulsel dan special performance oleh DJ Austin.
Selain di Kota Makassar, peluncuran Amnesty Internasional juga dilakukan serentak di enam kota lainnya di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Yogya, Solo, Bali dan Malang
Menurut Communication Officer Amnesty Internasional Indonesia Haeril, Aksi Kamisan ini dilakukan seiring maraknya kasus-kasus pelanggaran HAM yang kerap menyertai pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, termasuk di Sulawesi Selatan.
Salah satu contohnya adalah kriminalisasi terhadap petani Seko karena menolak rencana pembangunan PLTA di Seko Tengah.

Amnesty International Indonesia juga akan bersatu dengan semua elemen yang ada di Sulawesi Selatan untuk mengingatkan pemerintah lokal menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM lama.
Dengan bersatunya kekuatan HAM lokal di Sulawesi Selatan maka akan menjadi suatu kekuatan baru untuk menyadarkan publik tentang pentingnya menghargai HAM.
Setelah launching Amnesty akan dilakukan focus group discussion (FGD) dengan aktivis, akademisi dan jurnalis dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Tujuannya untuk melakukan identifikasi dan pemetaan kasus-kasus HAM yang ada di Sulawesi Selatan.
“FGD ini bertujuan merumuskan langkah apa yang akan dilakukan oleh gerakan HAM lokal untuk menyatukan barisan melawan praktik-praktik pelanggaran HAM,” tambah Haeril.
Amnesty Internasional yang berkantor pusat di London adalah gerakan global dengan pendukung berjumlah 7 juta orang di seluruh dunia.
Didirikan pada tahun 1961, Amnesty International mulai memperhatikan pelanggaran HAM di Indonesia sejak tahun 1964. (*)