Breaking News:

Dilema Petani Jagung di Takalar, Dijual Rugi, Disimpan Jamuran

Harga jagung hibrida yang biasanya dijadikan pakan ternak ini kini berada dikisaran Rp 2.000-Rp 2.300 per kilogram untuk jagung pipil basah.

Penulis: Reni Kamaruddin | Editor: Hasriyani Latif
reni kamaruddin/tribuntakalar.com
Sejumlah petani jagung di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluhkan anjloknya harga jagung kuning (hibrida) beberapa pekan terakhir. 

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Reni Kamaruddin

TRIBUNTAKALAR.COM, PATTALASSANG - Sejumlah petani jagung di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluhkan anjloknya harga jagung kuning (hibrida) beberapa pekan terakhir.

Harga jagung hibrida yang biasanya dijadikan pakan ternak ini kini berada dikisaran Rp 2.000-Rp 2.300 per kilogram untuk jagung pipil basah, sedangkan jagung pipil kering hanya Rp 2.700 per kilogram.

Padahal sebelumnya dipatok Rp 3.300 per kilogram untuk jagung hibrida pipil kering dan Rp 2.700 per kilogram untuk jagung hibrida pipil basah.

Baca: Murahnya Harga Jagung Putih di Desa Bontosunggu Bulukumba

Baca: Di Jeneponto, Mentan Jamin Segini Harga Jagung Kuning

"Kalau harganya anjlok seperti ini kita rugi karena ongkos tanam sampai panen hampir sama bahkan lebih banyak dibandingkan dengan harga jualnya," kata petani jagung, Daeng Lau, Minggu (3/12/2017).

Sejumlah petani memilih menjual hasil panen jagungnya dalam keadaan pipil basah meskipun harganya anjlok. Disebabkan saat ini cuaca sering hujan.

Selain itu, petani jagung juga memilih menjual hasil panennya dengan harga murah daripada menunggu harga stabil karena takut terserang jamur. Para petani berharap pemerintah turun tangan menstabilkan harga salah satu komoditas unggulan di Takalar ini.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved