Aktivis KAMRI Minta Kapolda Sulsel Punya Terobosan Baru Berantas Narkoba
Sulsel masuk dalam kategori daerah darurat narkoba dan pil PCC, khususnya bagi kalangan pemuda.
Penulis: Reni Kamaruddin | Editor: Hasriyani Latif
Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Reni Kamaruddin
TRIBUNTAKALAR.COM, PATTALASSANG - Irjen Pol Muktiono resmi digantikan oleh Irjen Pol Umar Septono sebagai kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (29/11/2017).
Irjen Pol Umar Septono merupakan mantan Kapolda NTB yang hari ini menjalani lepas sambut di Mapolda Sulsel, Makassar. Pergantian ini disertai harapan masyarakat terhadap penyelesaian sejumlah permasalahan di Sulsel.
Ketua Bidang Advokasi Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI), Ahmad Amdo berharap Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono Iebih aktif memberantas narkoba di Sulsel.
Hal tersebut mengingat bahwa Sulsel masuk dalam kategori daerah darurat narkoba dan pil PCC, khususnya bagi kalangan pemuda.
"Sering kita jumpai pemberantasan narkotika di Sulsel tidak efektif dan tidak menimbulkan efek jera bagi para pengedar. Bandar maupun pemakai sudah seharusnya Kapolda baru di Sulsel ini melakukan terobosan baru untuk membawa Sulsel keluar dari zona darurat narkotika," tuturnya, Kamis (30/11/2017).
Baca: Irjen Muktiono Resmi Lepas Jabatan Kapolda Sulsel, Kini Jabat Koordinator Staf Ahli Kapolri
Baca: Kapolda Sulsel Diganti dari Muktiono ke Umar Septono
Sebagai kapolda baru, kata dia, Irjen Pol Umar Septono semestinya mendorong aparat untuk mengusut tuntas peredaran narkotika di Sulsel tanpa pandang bulu. Begitu pun dengan aparat kepolisian yang terbukti terlibat sebagai pelaku penyalagunaan narkotika.
"Sudah wajib hukumnya untuk diberikan sanksi yang tegas seperti pemecatan jika ada anggota polisi yang terlibat. Adapun beberapa kasus justru mandek penyelesaiannya termasuk kasus-kasus kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian di jajaran Kepolisian Sulsel itu dapat diselesaikan," jelasnya.
Ando mencontohkan beberapa kasus yang mandek hingga saat ini yaitu kasus peluru nyasar dan semakin meningkatnya tindakan kriminal yang dilakukan oleh oknun kepolisian seperti kasus zebra maut di Kabupaten Bulukumba yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Kapolda, lanjutnya, juga harus mampu meretas konflik horizontal seperti perang kelompok yang kerap kali terjadi di dunia kampus di Makassar.
"Kami juga berharap kepada kapolda Sulsel yang baru untuk membangun ruang komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat dan tidak berpihak pada kepentingan pemodal," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ahmad-ando_20171130_150021.jpg)