Perluasan Taman Berburu di Takalar Ditentang Warga Desa Cakura

Taman berburu direncanakan akan diperluas menjadi 4150 hektar, dan diperkirakan akan mengambil lahan warga di 6 desa

Perluasan Taman Berburu di Takalar Ditentang Warga Desa Cakura
reni/tribuntakalar.com
Ratusan warga Desa Cakura melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Takalar menolak perluasan taman berburu. 

TRIBUNTAKALAR.COM, TAKALAR- Rencana perluasan taman berburu di Desa Cakura, Kecamatan Polongbangkeng Utara, mendapat penolakan dari warga.

Warga menolak rencana perluasan taman berburu yang saat ini terletak di Desa Komara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, karena rencana perluasan tersebut mengambil sebagian lahan milik warga.

Taman berburu direncanakan akan diperluas menjadi 4150 hektar, dan diperkirakan akan mengambil lahan warga di 6 desa, dua desa diantaranya masuk wilayah Kabupaten Jeneponto, dan empat desa lainnya masuk wilayah Kecamatan Polongbangkeng Utara dan Polongbangkeng Selatan salah satunya Desa Cakura.

Warga menolak lantaran, dari total 4150 hektar tersebut, lahan seluas 1200 hektar merupakan lahan warga yang memiliki alas hak dan telah mendapat persetujuan dari pemerintah Kabupaten Takalar melalui DPRD Takalar agar dikeluarkan dari kawasan taman berburu pada tahun 2002.

"Hal ini tentunya bagi kami adalah suatu bentuk penzoliman, kesewenang-wenangan dan perampasan hak kami atas Iahan yang telah memiliki alas hak, berupa sertifikat, dan rinci. Kami menolak secara tegas rencana pembangunan taman berburu di Desa Cakura, karena telah merampas Iahan milik warga Cakura," Jelas warga Desa Cakura Irwansyah Dg Mangung. Jumat (24/11/2017).

Warga meminta pemerintah kabupaten Takalar agar menghentikan rencana pembangunan taman berburu tersebut, agar mata pencaharian masyarakat sebagai petani tidak dirampas oleh pembangunan kawasan taman berburu.

Penulis: Reni Kamaruddin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved