Gempita Salurkan Bantuan Bibit Jagung ke 27 Kecamatan di Bone
Pemberian bantuan secara simbolis dilakukan di Desa Lamakkaraseng, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Ardy Muchlis
Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Gerakan Pemuda Tani (Gempita) memberikan bantuan bibit jagung hibrida untuk 23.000 hektar atau 345.000 kg, ke Kelompok tani yang tersebar di 27 Kecamatan, di Kabupaten Bone.
Pemberian bantuan secara simbolis dilakukan di Desa Lamakkaraseng, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, Sabtu (18/11/2017).
Penyaluran ini disaksikan kepala desa, Dinas Pertanian Kabupaten Bone, TNI, dan Kornas Gempita.
Menurut Kornas Gempita A Anugerah Wijaya, kegiatan ini merupakan program Swasembasa Jagung 2017 Kementerian Pertanain RI, bekerjasama dengan Gempita dan Pemerintah Kabupaten Bone sesuai dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo.
Sektor pertanian menjadi sektor yang menyerap tenaga kerja paling besar. Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2017 merilis angka tenaga kerja Indonesia yang didominasi oleh tenaga kerja di sektor pertanian.
Dengan rata-rata gaji sebesar Rp 1,75 juta, sektor pertanian menyerap sebesar 39,68 juta orang dari 124,54 juta penduduk Indonesia yang bekerja.
Besarnya ketergantungan penduduk Indonesia pada sektor pertanian mengindikasikan apabila Indonesia dapat mengelola sumber daya yang mendukung sektor pertanian dengan baik, maka kesejahteraan sebagian besar penduduk Indonesia akan terpenuhi.
Disamping itu, pemerintah juga terus menambah alokasi anggaran untuk sarana produksi pertanian, seperti perbaikan jaringan irigasi, pembangunan embung, bantuan alat dan mesin pertanian, bantuan benih unggul, subisdi pupuk, perluasan areal tanam, serta bantuan lainnya yang dapat berdampak pada peningkatan produksi pangan.
"Kami harapkan dengan bantuan ini, petani dan anak muda bisa sejahtera, dan saya yakin dengan adanya program seperti ini bukan hal yang mustahil untuk menarik pemuda segera bertani, karena dengan bertani maka kita bisa pastikan bahwa ke depanya pemudalah sebagai pemicu menyelamatkan negara ini dari produk pangan import," kata Anugerah Wijaya dalam rilis yang diterima Tribun Timur.
Sementara itu, Ketua Gempita Bone, A. Muh Zaidil mengatakan, sejauh ini progres distribusi bantuan benih jagung 50 persen sudah disalurkan ke petani.
"Insya Allah, November ini distribusi di 27 kecamatan Kabupaten Bone akan rampung," harap Zaidil.
Gempita merupakan gerakan yang dibuat langsung Menteri Pertanian RI untuk percepatan swasembada pangan dan regenerasi petani, dimana gerakan ini hadir sebagai bentuk keresahan pemerintah untuk menarik minat pemuda untuk segera bertani.
"Oleh karena itu, ayo segera bertani, dengan bertani maka kita menyelamatkan negara dari kemiskinan secara bertahap," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/makassar_20171119_000527.jpg)