JK Minta Setnov Diganti, Ini Komentar Elite Golkar Pinrang
Permintaan mantan Ketua Umum DPP Golkar itu dikemukakan setelah Novanto dikabarkan ‘menghilang’ saat hendak dijemput paksa KPK.
Penulis: Hery Syahrullah | Editor: Mahyuddin
Laporan Wartawan TribunPinrang.com, Hery Syahrullah
TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta, Ketua Umum Golkar Setya Novanto sebaiknya diganti saja.
Permintaan mantan Ketua Umum DPP Golkar itu dikemukakan setelah Novanto dikabarkan ‘menghilang’ saat hendak dijemput paksa KPK.
Menanggapi hal itu, Sekretaris DPD II Golkar Pinrang Syamsuri tak bisa berkomentar soal itu lantaran terikat aturan dan kesepakatan internal partai.
"Dalam internal kami telah disepakati bahwa hanya Juru Bicara (Jubir) yang seyogyanya menyampaikan seluk-beluk tentang pendapat internal Golkar Pinrang," tuturnya kepada TribunPinrang.com, Kamis (16/11/2017).
Baca: Setya Novanto Dikejar KPK, Jubir NH-Aziz: Tidak Ada Pengaruhnya!
Juru Bicara (Jubir) DPD II Golkar Pinrang Amri Manangkasi mengatakan, statement yang dikeluarkan JK itu agak keliru.
"Dalam partai itu diikat oleh prosedur dan aturan tertentu, termasuk dalam hal pergantian pimpinan. Semua ada mekanismenya," ucap Wakil Sekretaris DPD II Golkar Pinrang ini.
Ditanya soal sikap Novanto yang dikabarkan ‘menghilang’ saat hendak dijemput paksa KPK, Amri menyebutkan, Setya Novanto seyogyanya mengikuti prosedur hukum yang berlaku di negeri ini.
Baca: Setya Novanto Diincar KPK, Ini Kata Pengurus Golkar Pinrang
"Sesuai dengan prinsip equality before the law (semua orang diperlakukan sama di mata hukum)," ucapnya.
Apalagi, kata Amri, Setya Novanto diindikasikan terlibat kasus korupsi oleh KPK, yang notabene korupsi itu masuk kategori extraordinary crime (kejahatan luar biasa).
