Bawakan Pidato Guru Besar di Unhas, Prof Nurdin Abdullah Pamit dan Minta Dukungan
"Integrasi Pembangunan Wilayah Hulu dan Hilir Sebagai Strategi Konservasi Tanah dan Air Guna Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat."
Penulis: Munawwarah Ahmad | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Meski telah mendapatkan surat keputusan jabatan guru besar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2008, namun Prof Dr Ir H Muhammad Nurdin Abadullah baru menyampaikan orasi ilmiah jabatan akademik profesornya di Ruang Senat Lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin, Rabu (15/11/2017).
Sekitar 200 orang hadir menyaksikan pidato Bupati Bantaeng dua periode tersebut. Tak terkecuali istrinya Liestiaty Nurdin dan anak keduanya.
Baca: VIDEO: Nurdin Abdullah: Saya Bersyukur Akhirnya Bisa Orasi Professor
Baca: Ini Arti Gelar Professor Bagi Nurdin Abdullah
Adapun judul pidato Prof Nurdin Abdullah yaitu "Integrasi Pembangunan Wilayah Hulu dan Hilir Sebagai Strategi Konservasi Tanah dan Air Guna Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat."
Alumni Universitas Kyushu Jepang dalam pidatonya mengatakan bahwa laju degradasi hutan dan lahan yang terus meningkat setiap tahun merupakan tanggung jawab bersama untuk mengatasinya.
Sehingga memerlukan adanya kesamaan persepsi dan langkah serta komitmen bersama para pemangku kepentingan yang harus didukung dengan political will yang kuat dan konsisten dari pemerintah.
Tak lupa calon Gubernur Sulsel ini bercerita tentang keberhasilan pendekatan pengembangan wilayah yang terintegrasi antara hulu dan hilir menjadi solusi yang mampu mengintegrasikan antara kepentingan konservasi dengan pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, upaya mengintegrasikan antara konservasi dengan kebutuhan ekonomi petani dapat ditempuh melalui pendekatan teknologi dan sosial kultural.
"Pendekatan teknologi ini harus dibarengi pendekatan sosial kultural agar masyarakat dapat merubah pola pertaniannya menjadi pertanian yang modern, produktif, dan ramah lingkungan," kata Nurdin.
Dikelola Secara Lestari
Mantan Ketua IKA Fakultas Kehutanan Unhas ini juga menambahkah bahwa hutan, tanah, dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikelola secara lestari untuk mengalirkan manfaat produk dan jasa demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Baca: Nurdin Abdullah Puji Toraja Dengan Julukan Ini
Baca: Jalan ke Toraja Mulus, Nurdin Abdullah Kagum Kinerja Syahrul YL
"Jadi tugas kita semua adalah mengintegrasikan antara kepentingan konservasi dengan pemenuhan kebutuhan (ekonomi) manusia melalui manajemen terpadu,"tambahnya.
Pidato ilmiah juga menjadi momen yang istimewa bagi dosen Ilmu Kehutanan tersebut. Hingga pada sesi akhir pidatonya, Nurdin ijin pamit sekaligus meminta doa dan dukungan kepada kepada sivitas akademika Unhas dan para tamu undangan yang hadir.
"Jika Allah menghendaki, saya mohon doa dan restu dari sivitas akademika untuk ikut bersaing dalam Pilgub,"kata Nurdin Abdullah.
Tuntaskan Kewajiban
Sementara Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA memuji Profesor Nurdin Abdullah yang telah menuntaskan kewajibannya sebagai guru besar untuk menyampaikan orasi ilmiah di hadapan sivitas akademika Unhas sebelum akhirnya Nurdin Abdullah memilih untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur Sulsel.
"Jadi beliau (Nurdin Abdullah) dalam rangka menuntaskan jabatan fungsionalnya, dalam tradisi akademik seorang guru besar harus menyampaikan orasi ilmiah yang terkait kepakarannya. Inilah yang namanya kerja hingga tuntas. Mari kita beri aplaus kepada Professor Nurdin Abdullah," ucap Rektor Dwia disambut dengan tepuk tangan riuh peserta orasi ilmiah.
Baca: Begini Ekspresi Prof Nurdin Abdullah Usai Pengukuhan Guru Besar
Baca: Maju di Pilgub Sulsel, Nurdin Abdullah Minta Restu Professor Unhas
Prof Dwia mengungkapkan bahwa dirinya merasa berat melepaskan Nurdin Abdullah sebagai salah satu guru besar Unhas. Namun, pihaknya merelakan jika Nurdin memilih untuk berkiprah memajukan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.
"Sebenarnya kami sangat berat melepas Prof Nurdin dari jabatan fungsional sebagai guru besar. Namun, jika itu tujuannya adalah untuk kemaslahatan, kebaikan, maka, dengan ikhlas kami melepaskan Prof Nurdin, dengan harapan bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan lebih besar bagi masyarakat dan negara ini," tutup Prof Dwia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/nurdin-abdullah_20171115_214611.jpg)