Terima Sanksi Bertubi-tubi, PT PSM Ajukan Banding ke PSSI
PSM sebelumnya telah menerima surat dari komdis PSSI terkait pelanggaran disiplin yang terjadi pada laga PSM vs Bali United, Kamis (9/11/2017).
Penulis: Ilham Mulyawan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Termasuk laga selanjutnya atau laga terakhir Liga 1 Indonesia kontra Madura United, Minggu (12/11/2017).
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komunitas VIP Utara (KVU), Atmaja angkat bicara.
Baca: Hasil Rapat Komisi Disiplin PSSI: Bahar Muharam 6 Bulan, Ferdinand Sinaga 2 Laga, Gede Sukadana?
"Ini kerugian pastinya tapi mudah-mudahan manajemen bisa banding ke komdis, harapannya semoga banding diterima minimal ada keringanan," katanya.
Jika sanksi tetap berjalan maka dipastikan seluruh suporter PSM tak akan mendampingi tim kesayangannya di laga terakhir.
Meski demikian, Atmaja tetap optimis dan berinisiatif memberikan dukungan nantinya.
"Semoga ada keringan, terkait dengan langkah selanjutnya kami menunggu koordinasi dengan kelompok suporter yang lain," tutupnya.
Baca: Bhayangkara FC Dipastikan Juara Liga 1, Kapten PSM: Selamat!
Baca: Menohok! Ini Ucapan Madura United kepada Bhayangkara FC. Selamat Juara Liga Lelucon!
Sementara itu, Koordinator Komunitas VIP Selatan (KVS), Erwinsyah, menilai sanksi yang dijatuhkan PSSI kepada PSM Makassar terkait laga kontra Bali United yang berakhir rusuh sangat tidak fair.
Hal ini mengingat kejadian yang serupa terjadi juga di laga klub lainnya namun jenis sanksinya berbeda.
Baca: Terkait Kericuhan di Mattoangin Saat Laga Kontra Bali United, Ini Sanksi Berlapis yang Diterima PSM
"Tidak fair, ini terlalu berat menurutku, Ketua Panpel seharusnya tidak perlu disanksi, kejadian ini sama saat Persib vs PSM di GBLA tapi Persib hanya denda uang dan penonton tanpa atribut, bahkan laga sebelum melawan PSM ada suporter yang meninggal di stadion," ungkap Erwin saat dikonfirmasi, Kamis (9/11/2016).
Sanksi yang dijatuhkan kepada Assisten Pelatih PSM, Bahar Muharram juga menurut Erwin terlalu berlebihan. "Haji Bahar hanya membela diri setelah ditendang, harusnya itu jadi bahan pertimbangan semuanya.
Meski demikian, ia berharap segera melakukan banding atas kejadian tersebut.
"Saya berharap manajemen banding karena menurut kami ini sangat berlebihan dibanding kenyataan yang ada atau klub yang lain terima namun kejadiannya lebih parah dari Mattoangin," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/stadion-penuh-sesak_20171106_210020.jpg)