Dituduh Mencuri, Paharuddin Dikeroyok Hingga Meninggal, Tetangga: Dia Orang Baik
Paharuddin karena dikeroyok hingga meninggal oleh jamaah di Musallah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)
Penulis: Mulyadi | Editor: Ardy Muchlis
Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi
TRIBUN-TIMUR.COM,PAREPARE-Purnawirawan TNI, Paharuddin karena dikeroyok hingga meninggal oleh jamaah di Musallah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Selasa (1/11/2017)
Ia dituduh mencuri.
Paharuddin dikenal baik dikalangan warga Suppa selama aktif menjadi tentara dan bertugas sebagai Babinsa."Sepanjang saya kenal beliau (Paharuddin, orangnya baik,"jelas Jasmir salah satu warga Suppa, Rabu (1/11/2017).
Jasmir menuturkan, dirinya merasa tidak yakin jika Paharuddin mencuri.
"Saya tidak percaya jika beliau mencuri karena selama ini sangat baik orangnya,"terangnya.
Belakangan, keluarga korban, Rani mengakui jika pamannya tersebut hanya singgah dan memindahkan tas yang ada di Musallah tetapi diteriaki maling.
Paharuddin menghembuskan nafas teraknir dalam kondisi tangan dan kaki terikat pasca dikeroyok jamaah yang ada di Musallah SPBU Soreang Selasa (31/10/2017) subuh.
Kepolisian Resort (Polres) Parepare pun mendalami kasus penggeroyokan yang berujung meninggalnya korban tersebut. 12 Orang diamankan dan menjalani pemeriksaan di Mapolres Parepare.
Adapun 12 orang yang diduga mengeroyok korban yakni Heri Wibowo (29), Ahmadi (25), Muh Yunus (24), A Anas (32), Muh Amin (24), Andi Resky (19), Apriat (20), Nasar Adam (17), AW (16), Musmail (43), Muh Diki (40) dan Nasruddin.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dinhf_20171031_213529.jpg)