Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pascabentrok di Gedung Milik Litha& Co, Gas Air Mata Masih Terasa di Jl Gunung Merapi

Beberapa pengguna jalan dan warga di lokasi harus menutup hidung, bahkan mereka yang berada di lokasi mengalami bersin-bersin

Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Anita Kusuma Wardana
MUH ABDIWAN
Terjadi bentrokan antara polisi dengan massa di Jl Gunung Merapi, Makassar, Senin (30/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gas air mata yang ditembakan polisi di Jl Gunung Merapi, Kota Makassar masih dirasakan warga, Senin (30/10/2017).

Gas air mata yang dilepaskan polisi, ke arah puluhan massa yang coba gagalkan eksekusi, terhadap pemilik bangunan dari perusaah transportasi, Litha & CO.

Beberapa pengguna jalan dan warga di lokasi harus menutup hidung, bahkan mereka yang berada di lokasi mengalami bersin-bersin dan mata agak memerah.

Kondisi ini terjadi sejak pukul 11.00 Wita hingga pukul 13.40 Wita, dimana pihak kepolisian berusaha membubaran paksa, massa dari pihak tergugat eksekusi.

Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Wahyu Basuki mengaku, pihak kepolisian sudah berada dilokasi sejak pukul 09.00 Wita, pembubaran dilakukan pukul 10.40 Wita.

"Ada sempat ditembakan gas air mata untuk bubarkan massa yang lakukan perlawanan, massa ini melawan pakai batu dan kayu," kata Wahyu dilokasi.

Pada saat pembubaran, tim gabungan dari Sat Sabhara Polrestabes Makassar dan Polsek Ujung Pandang, diperbantu dengan satu unit mobil meriam air.

Pada proses eksekusi yang berujung bentrok ini, setidaknya ada 30 orang yang diamankan pihak kepolisia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved