Terkait Kasus Korupsi, Pengawas Koperasi Ini Terancam 20 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 M

Tersangka saat ini masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar.

Terkait Kasus Korupsi, Pengawas Koperasi Ini Terancam 20 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 M
net
ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Pengawas Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Agung Lestari, Sowondo terancam hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, atas kasus dugaan korupsi dana bantuan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM).

Ancaman itu sesuai dengan pasal yang dijeratkan pada tersangka Sowondo, yaitu pasal 2 dan pasal 3 jo pasal 18 uu 31 tahun 1999 sebagaiamna telah diubah dgn uu 20 tahun 2001 tentang pemeberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 kuhp.

"Sesuai pasal yang dikenakan minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun penjara untuk pasal 3 dan pasal 2 minimal empat tahun maksimal 20 tahun," kata Kepala Kejaksaan Cabang Negeri Pelabuhan Makassar, A. Irfan.

Selain pidana penjara, perbuatan tersangka sebagaimana dalam pasal yang disangkakan juga terancam dikenakan denda minimal Rp 50 juta dan maksimal Rp 1 miliar.

Menurut Irfan tersangka saat ini masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar. Dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Pengadilan untuk membuktikan perbuatanya.

"Kita belum limpahkan karena sementara perampungan berkas dan saat ini dilakukan penyusunan surat dakwaan para tersangka,":ujarnya.

Sowondo ditetapkan tersangka karena diduga terlibat dalam penyalagunaan penyaluran bantuan dana sebesar Rp 2 miliar yang tidak sesuai dengan peruntukanya.

Modusnya, KSP itu mendapat dana LPDB tahun 2013 sebanyak Rp 2 miliar namun tidak disalurkan sesuai peruntukan. Bantuan diperoleh semestinya digunakan untuk kepentingan masyarakat justru digunakan demi kepentingan pribadi yakni membeli ruko.

Tidak hanya itu, Koperasi itu yang menerima bantuan ini adalah koperasi abal abal. Koperasi segaja dipalsukan dokumennya demi mendapatkan bantuan dana bergulir dari LPDB pusat.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved