Musim Hujan Rawan DBD, Dinkes Barru Imbau Masyarakat Lakukan Ini
Ia menyebut, di tahun 2016 masyarakat Barru yang terserang penyakit DBD mencapai hingga ratusan orang.
Penulis: Akbar | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan TribunBarru.com, Akbar HS
TRIBUNBARRU. COM, BARRU - Memasuki musim hujan, penyakit yang sering muncul yakni DBD dan Diare.
Namun, dari dua penyakit berbahaya tersebut DBD paling banyak melanda masyarakat.
Hal itu diungkapkan Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Barru, H Udin saat ditemui di Kantornya Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Rabu (25/10/2017).
"Biasanya di musim hujan seperti ini ada dua penyakit yang sering muncul, yaitu DBD dan Diare. Tapi DBD yang lebih dominan," kata Udin kepada tribunbarru.com.
Ia menyebut, di tahun 2016 masyarakat Barru yang terserang penyakit DBD hingga ratusan orang.
"Bayangkan, di 2016 ada 259 masyarakat kita di sini yang terkena DBD, itu terbilang sangat banyak. Kalau yang terkena Diare hanya beberapa orang saja," katanya.
Namun, di tahun 2017, penyakit DBD yang melanda di Barru terjadi penurunan.
"Untuk tahun ini Alhamdulillah menurun drastis. Hanya sepuluh lebih saja, semoga tidak ada lagi yang terkena," ucap Udin.
Untuk mencegah penyakit DBD, Udin mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan dan mengaplikasikan tidak M, yakni menutup, menguras dan mengubur.
"Imbauan kami kepada masayarakat agar jangan membiasakan buang kaleng sembarangan, harap dikubur, bak air di rumah ditutup dan lakukan juga pengurasan supaya nyamuk tidak bertelur," ujarnya.
Dengan melakukan itu, lanjut Udin, penyakit DBD akan dapat terhindarkan.
Selain itu, Udin menambahkan, Dinkes Barru juga akan rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang Jumantik atau cara penanggulangan penyakit DBD.
"Sekarang sosialisasinya sudah berjalan dan ke depan akan rutin kita lakukan di tempat-tempat masyarakat berkumpul seperti Masjid, Puskesmas, maupun di terminal. Hal itu kita lakukan agar masyarakat paham bahaya DBD hingga cara pencegahannya," ujar Udin.