Breaking News:

Ini Penyebab Ketegangan Pada Otot Mata

Semakin panjang waktu yang dihabiskan di depan layar akan memperbesar resiko kerusakan pada mata

Dok Prodia
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Semakin majunya teknologi komunikasi dan hadirnya perangkat-perangkat elektronik portable dalam beberapa tahun terakhir ini, telah memberikan kita berbagai kemudahan untuk mengakses informasi dan berinteraksi sosial dengan lebih efisien dari sebelumnya.

Namun, untuk semua kemudahan dan kemajuan teknologi seperti surfing, reading, e-mail, blogging, chatting, tweeting, dan play game di notebook, handphone maupun tablet, ada harga tersendiri yang harus dibayarkan.

"Dampak negatif yang dapat timbul pada pengguna perangkat elektronik, disebut digital eye strain atau ketegangan otot pada mata," kata dokter spesialis mata, dr Anastasia Vanny Launardo SpM kepada Tribun Timur beberapa waktu lalu.

Anastasia mengungkapkan bahwa beberapa penelitian menyatakan, semakin panjang waktu yang dihabiskan di depan layar akan memperbesar resiko kerusakan pada mata, yang sampai sekarang terkadang masih belum disadari.

Ketegangan pada otot mata merupakan keluhan yang sangat umum dirasakan oleh orang-orang yang dalam pekerjaannya menggunakan komputer cukup lama, selain keluhan ‘carpal tunnel syndrome’ dan tendonitis.

Pada tahun 2012, The Vision Council mengadakan survei terhadap 10.000 orang dewasa, usia 18 tahun ke atas, mengenai pengunaan media digital dan gejala gangguan penglihatan yang dialami.

Dari hasil survei, lebih dari dua pertiga yang menggunakan perangkat media digital mengeluhkan adanya gejala ketegangan pada mata.

"Banyak yang tidak melakukan apapun untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut karena merasa gangguan tersebut dikarenakan kelelahan bekerja saja," kata Anastasia.

Dari survei tersebut juga didapatkan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai ‘digital eye strain’ sebagai penyebab keluhannya. Kurang dari 1:5 orang dewasa yang pernah mendengar mengenai hal ini, dan hanya sekitar 23 persen yang menyadari bahwa dengan pemakaian alat-alat digital yang lebih sehat dapat mengurangi keluhan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Hasrul
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved