Ilmuwan: Tahun 2100, Bumi Akan Menunjukkan Tanda-tanda "Kiamat". Benarkah? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Adanya keterkaitan antar peristiwa peningkatan unsur karbon kepunahan yang pernah terjadi di bumi.
TRIBUN-TIMUR.COM - Hari Kiamat adalah sesuatu yang pasti. Ada banyak surah dalam Al Quran yang menjelaskan tentang hari Kiamat.
Salah satunya Al-Qari'ah. Surah ini terdiri atas 11 ayat. Lima ayat awal menjelaskan secara jelas apa itu hari Kiamat.
الْقَارِعَةُ (1
مَا الْقَارِعَةُ (2
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ (3
يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ(4
وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ(5
Yang artinya,
1) Hari Kiamat,
2) Apakah hari Kiamat itu?
3) Tahukah kamu apakah hari kiamat itu?
4) Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran,
5) Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
Meskipun tidak ada seorangpun yang tahu kapan datangnya hari kiamat, namun ada beberapa hal yang menandai bahwa manusia saat ini tengah berada di akhir zaman, yang disebutkan dalam hadish sahih.
Di samping itu, para ilmuwanpun konsen meneliti tanda-tanda akan datangnya hari Kiamat dari sisi ilmiah.
Daniel Rothman, fisikawan dari Institut Teknologi Massachusetts, menggambarkan adanya keterkaitan antar peristiwa peningkatan unsur karbon kepunahan yang pernah terjadi di bumi.
Persentase unsur karbon akan meningkat secara masif di lautan pada akhir abad ini dan habitat akan mengalami perubahan.
Peningkatan karbon dan perubahan habitat itu diprediksi akan memicu kepunahan massal keenam.
Dalam kurun waktu 540 juta tahun terakhir, lima peristiwa kepunahan sudah terjadi, termasuk punahnya dinosaurus.
Sekitar 252 juta tahun lalu, peristiwa Great Dying, meluluh lantakan isi bumi dan lebih dari 95 persen makhluk hidup di lautan punah. Laut menjadi lebih asam pada saat itu.
Daniel memprediksi, karbon dalam jumlah besar akan ditambahkan ke lautan sehingga kiamat tak terelakan.
Pada pertemuan internasional tentang perbuahan iklim, ilmuwan menghasilkan skenario terbaik bahwa jumlah zat karbon di lautan disebut dalam ambang batas apabila penambahan mencapai 310 gigaton karbon.
Ambang batas kiamat menurutnya apabila melebihi angka 500 gigatons.
Dilansir di situs news.mit.edu, dua ambang batas tersebut didapat setelah Daniel mempelajari siklus karbon dalam kurun waktu 540 juta tahun.
Dalam jangka panjang, kepunahan akan terjadi apabila perubahan siklus tersebut terjadi lebih cepat daripada adaptasi ekosistem global.
Sementara itu, siklus karbon yang terjadi pada rentang waktu yang lebih singkat, perubahan siklus karbon tidak akan menjadi masalah, namun ditentukan oleh besar kecilnya perubahan siklus yang akan menentukan kemungkinan terjadinya kepunahan massal.
Daniel Rothman juga menghitung peningkatan jumlah emisi karbon dioksida akhir akhir ini yang terjadi dalam waktu singkat. Ini akibat ulah manusia.
Daniel mencoba menghitung emisi karbon dari aktivitas manusia yang mempengaruhi ekosistem laut. Daniel memperoleh angka 310 gigaton karbon akan tercapai pada tahun 2100.
Apakah ini berarti kepunahan massal akan segera terjadi pada pergantian abad ini?
Daniel menjelaskan kiamat akan membutuhkan waktu, bisa 100- 10.000 tahun lagi.
Namun menurutnya, tahun 2100, dunia mungkin menjadi "wilayah tak dikenal".
Benarkah demikian? Wallahu alam. Namun setiap manusia baiknya membekali diri dengan ketakwaan dan amal saleh. (*)
Berita ini sudah diterbitkan di Kompas.com dengan judul Tahun 2100, Bumi Akan Menunjukkan Tanda-tanda "Kiamat"