Gemilang 348 Tahun Sulsel
GM PLN Sulselrabar: Surplus 500 Megawatt di 2018, Ayo Investasi ke Sulsel
Kondisi kelistrikan PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar saat ini sangat berlimpah dengan daya hingga 1.250 MW dan beban puncak mencapai 1.050MW.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -GM PT PLN Wilayah Sulselrabar, Bob Saril menyampaikan ucapan selamat HUT ke 348 Sulsel.
Ia mengatkan, kondisi kelistrikan PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar saat ini sangat berlimpah dengan daya hingga 1.250 Megawatt (MW) dan beban puncak mencapai 1.050MW.
Dengan demikian PLN masih memiliki cadangan daya tambah 200 MW yang dapat memasok ke pelanggan. Oleh karena itu kami mengajak investor agar jangan ragu berinvestasi di Sulsel karena listrik surplus dan jaringan semakin andal.
Hal ini tidak terlepas dari support dan sumbangsih pemerintah Sulawesi Selatan di bawah naungan Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'mang. Teranyar hadirnya PLTB Sidrap yang memiliki kapasitas 75 MW diproyeksikan mampu melistriki 70.000 pelanggan di Sulsel dengan daya listrik rata-rata 900 VA.
Total akan terpasang 30 tiang. PLTB Sidrap merupakan pembangkit tenaga angin pertama dan terbesar di Indonesia yang memanfaatkan lahan kurang lebih 100 hektare. Nantinya listrik yang dihasilkan seharga 11 sen per kWh
Dengan adanya PLTB tersebut tentunya akan memperkuat sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan sehingga cadangan daya sistem Sulsel sebanyak 500 MW di 2018.
GM PLN Wilayah Sulselrabar, Bob Sarli menambahkan, saat ini listrik PLN sudah surplus dan apabila ada pemadaman itu dikarenakan ada pemeliharaan jaringan bukan kekurangan daya.
PLTB Sidrap akan memperkuat sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan, oleh karena itu dengan adanya listrik surplus kami siap mendukung perkembangan ekonomi.
Sulit mengulang apa yang telah dilakukan Pak Syahrul dan Pak Agus. Namun kehadiran mereka di 10 tahun terakhir menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan Sulsel ke depan. Sukses selalu SAYANG. (*)