Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mungkin Banyak Suka, tapi Siapa Sangka Adegan Ini Disesali Kate Winslet di Film Titanic, Lihat

Rasanya aneh saja. Kenapa saya harus melakukannya? Banyak orang yang sering memintanya

Editor: Edi Sumardi
SCREENSHOT/TRIBUNNEWS.COM
Cuplikan adegan Kate Winslet dilukis dalam keadaan tanpa busana oleh Leonardo DiCaprio dalam film Titanic. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Di depan pacarnya (diperankan Leonardo DiCaprio), Kate Winslet (42) berbaring tanpa busana, kemudian dilukis.

Sebagai model telanjang, Kate pun melepas semua bajunya.

Leonardo lantas melukisnya.

Cuplikan adegan legendaris dalam film 'Titanic' itu rupanya jadi penyesalan panjang aktris Kate Winslet.

Dikutip dari Tribunnnews.com, dunia maya cuplikan gambar itu memang banyak disalin dan diperbincangkan.

Karena terlalu vulgar, bagian-bagian aurat Kate dikaburkan.

Ya, adegan tanpa busana Kate Winslet dalam film 'Titanic' rupanya meninggalkan kesan yang mencanggungkan bagi sang aktris sendiri.

Bila ada penggemar yang memintanya untuk menandatangani foto adegan tersebut, ibu tiga anak ini pun terpaksa menolak karena merasa tak nyaman melihat foto itu.

"Saya tidak ingin menandatangani foto (tanpa busana) itu. Rasanya aneh saja. Kenapa saya harus melakukannya? Banyak orang yang sering memintanya," kata Kate kepada Yahoo! Movies dan dimuat pada FemaleFirst.co.uk.

Dalam film yang terinspirasi dari tragedi kapal pesiar Titanic itu, Kate berperan sebagai Rose DeWitt Bukater, seorang perempuan berdarah biru yang jatuh cinta pada seniman jalanan bernama Jack Dawson, diperankan aktor Leonardo DiCaprio.

Film tersebut menampilkan adegan dimana Rose dilukis oleh Jake dalam kondisi tanpa busana.

"Gambar tersebut seperti masih menghantui saya. Agak lucu memang," ujar bintang "Divergent" ini.

Titanic Angkut Barang dari Indonesia

Selama 100 tahun terakhir, benda persegi bertuliskan ‘Tjipetir’ bertebaran di pantai-pantai Inggris dan Eropa bagian utara.

Seorang warga Inggris mengaku baru memecahkan misteri dari mana benda itu berasal.

Demikian dikutip dari BBC.

Pada musim panas 2012 lalu, Tracey Williams sedang berjalan di pantai dekat rumahnya di Cornwall, Inggris, ketika dia melihat benda persegi bertuliskan ‘Tjipetir’.

Ketika disentuh, benda tersebut terasa kenyal seperti karet.

Williams kembali menemukan benda serupa di bagian pantai lain beberapa pekan kemudian.

Didorong rasa penasaran, dia pun membuat sebuah riset. Tulisan ‘Tjipetir’ ternyata berasal dari sebuah daerah dekat Sukabumi, Indonesia.

Di sana, saat Belanda masih menjajah Indonesia, terdapat sebuah perkebunan karet yang menghasilkan blok-blok persegi.

Pada abad ke-19 dan pertengahan abad ke-20, blok-blok itu digunakan sebagai insulasi kabel telegraf yang melintang di dasar laut.

Temuan itu kemudian diunggah Williams di laman Facebook. Lambat laun banyak orang datang berkunjung ke laman itu dan melaporkan bahwa mereka menemukan blok Tjipetir.

Orang-orang itu tidak hanya tinggal di Inggris, tapi juga Spanyol, Prancis, Belanda, Jerman, Norwegia, Swedia, dan Denmark.

Tjipetir

Asal blok ‘Tjipetir’ dan mengapa benda itu tersebar di Tropa memunculkan misteri.

“Sebuah surat kabar Prancis meliput kisah ini dan melaporkan bahwa Titanic membawa benda ini. Saya memeriksa manifes kapal Titanic dan menemukan bahwa memang kapal itu membawa benda karet. Spekulasi pun berkembang setelah berita ini tersiar,” kata Williams.

Namun, pada musim panas 2013, Williams menemukan sebuah terobosan.

Dia dihubungi secara terpisah oleh dua orang, yang tidak ingin diungkap identitasnya.

Keduanya merujuk sebuah kapal sebagai sumber blok Tjipetir, yaitu Miyazaki Maru.

Kapal asal Jepang itu ditenggelamkan kapal selam Jerman, U-88, yang dikomandani Kapten Walther Schwieger, pada 31 Mei 1917.

Akibatnya, Miyazaki Maru karam 241 kilometer sebelah barat Kepulauan Scilly, antara Inggris dan Prancis.

Fakta itu diamini Alison Kentuck, seorang pejabat Inggris yang menangani kapal karam di perairan Inggris.

Menurutnya, blok-blok itu berasal dari Miyazaki Maru.

Williams, yang kini menulis buku mengenai blok Tjipetir, mengatakan sebagian besar blok dalam kondisi baik.

Bahkan, ada nelayan yang memakainya untuk talenan.(tribunnews.com/tribun-timur.com/bbc)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved