Ada Tebing Bernama Lonjo di Kalimassang Bulukumba, Begini Ceritanya
Memiliki nilai sejarah masa lalu tentang kepiawaian berburu rusa masyarakat Bulukumba di kala itu.
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Mahyuddin
Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi
TRIBUNBULUKUMBA.COM, GANTARANG - Terdapat bekas telapak kaki kuda di atas sebuah batu di Kalimassang, Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Tempat tersebut bernama Tebbingna Lonjo, memiliki nilai sejarah masa lalu tentang kepiawaian berburu rusa masyarakat Bulukumba di kala itu.
Masyarakat Kalimassang M Nawir menuturkan, tempat tersebut adalah saksi sejarah yang terlupakan.
"Ceritanya begini, dulu ketika masa Andi Sultan Dg Radja, masyarakat punya kebiasaan berburu rusa. ada penunggang kuda bernama Lonjo," kata Nawir, Senin (16/10/2017).
Baca: Bermodalkan Rp 50 Ribu, Anak Muda Bulukumba ini Bisa Sampai ke Amerika, Begini Ceritanya
"Ketika itu, Lonjo bersama kuda dan anjingnya memburu seekor rusa hingga ke tebing utara Kalimassang," ucapnya menambahkan.
Kuda yang dikendarai Lonjo bertumpu di sebuah batu agar tidak terjatuh ke jurang.
Pijakan kaki kuda Lonji itu sampai membekas di batu.
Warga Kalimassang Rahmat Abbas menyebutkan, kisah tentang Lonjo pernah menjadi pelajaran di sekolah.
"Dulu waktu SMP saya dapat pelajaran bahasa daerah, dan di salah satu materinya ada tentang kisah Tebbingna Lonjo ini. Tapi tidak tahu sekarang, apakah masih diajarkan atau tidak," kata Rahmat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tebbingna-lonjo_20171016_153937.jpg)