Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Luar Biasa! Senjata Baru Polisi Lebih Canggih dari TNI. Kini Diamankan Tentara di Tempat Ini

Pasalnya amunisi baru tersebut kini disimpan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Tayang:
Editor: Mansur AM
Ilustrasi senjata canggih Arsenal Stand Alone Grenade Launcher 

TRIBUN-TIMUR.COM - Senjata dan amunisi baru yang didatangkan Brimob Polri belum bisa digunakan.

Pasalnya amunisi baru tersebut kini disimpan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Baca: Jadwal SKD CPNS 2017 - Jadwal dan Lokasi SKD Kini Bisa Diakses di sscn.bkn.go.id

Baca: CPNS Kemenkeu 2017 - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Kemenkeu Mulai 11 Oktober, Cek Sekarang!

Sebanyak 5.932 amunisi dan jenis senjata lain yang dibeli Polri dari luar negeri, ternyata memiliki kecanggihan yang luar biasa.

Ribuan amunisi dan senjata tersebut kini disimpan di gudang milik TNI.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Wuryanto mengatakan, amunisi tajam yang dibeli Polri mempunyai radius mematikan 9 meter dan jarak capai 400 meter.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Wuryanto di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (10/102017).
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Wuryanto di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (10/102017). (Tribunnews.com / Eri Komar Sinaga)

Amunisi tersebut juga memiliki keistimewaan lain. Menurut Wuryanto, saat ditembakkan, amunisi tersebut akan dua kali meledak.

Ledakan kedua akan melontarkan pecahan tubuh granat berupa logam kecil yang melukai dan mematikan sasaran tembak.

Selain itu, jenis granat yang dibeli Polri juga bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras.

"Ini luar biasa. TNI tidak punya senjata dengan kemampuan jenis itu," ujar Wuryanto dalam jumpa pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

Wuryanto mengatakan, pada Senin malam, ribuan amunisi sudah dipindahkan ke gudang Mabes TNI.

Sesuai katalog yang menyertai, ada sejumlah 5.932 amunisi dalam 71 koli disertai dengan katalog.

Wuryanto mengatakan, TNI hanya menegakan aturan yang berlaku. Mengenai penyimpanan oleh TNI, menurut Wuryanto, TNI hanya mengantisipasi potensi ancaman keamanan.

"Amunisi seperti ini ditujukan untuk menghancurkan perkubuan. TNI bertanggung jawab selama penyimpinan. Pasti aman, karena kami punya standar keamanan," kata Wuryanto.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved