CITIZEN REPORTER

Bosowa Semen Dukung Gerakan Permasyarakatan Minat Baca

Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

CITIZEN REPORTER
Rakornas dan Seminar Nasional Gerakan Permasyarakatan Minat Baca (GPMB) di Hotel Arya Duta, Gambir, Jakarta Pusat 

Rachmat Kaimuddin

Managing Director Bosowa Semen

Melaporkan dari Jakarta

TRIBUN-TIMUR.COM-Kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik seperti jalan, bangunan atau jembatan, namun akan sangat terasa dari kualitas sumber daya manusianya.

Berdasarkan studi "Most Litterated Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Botswana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastruktur untuk mendukung minat membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.

Sehingga, isu utamanya adalah sangat rendahnya minat baca, yang justru adalah salah satu aktivitas vital untuk menanamkan kecerdasan dan karakter masyarakat.

Kepedulian terhadap hal inilah yang melatarbelakangi munculnya inisiatif kerjasama antara PT Semen Bosowa Maros (Bosowa Semen) dengan Gerakan Permasyarakatan Minat Baca (GPMB).

Rachmat Kaimuddin, selaku Managing Director Bosowa Semen, menegaskan hal ini dalam acara Rakornas dan Seminar Nasional Gerakan Permasyarakatan Minat Baca (GPMB) di Hotel Arya Duta, Gambir, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Sebagai salah satu industri semen terbesar di tanah air terutama di Indonesia Timur, Bosowa merasa ikut bertanggung jawab membangun karakter bangsa. Salah satunya dengan meningkatkan budaya membaca.

Inilah program Corporate Social Responsibility Bosowa yang konsisten bergerak untuk membangun fisik dan membangun karakter.

GPMB merupakan organisasi masyarakat yang didukung pendiriannya oleh Perpustakaan Nasional dengan tujuan meningkatkan minat membaca di Indonesia terutama di wilayah yang jauh dari perkotaan.

GPMB ingin mewujudkan masyarakat yang cerdas dan berpengetahuan luas, unggul dan berbudaya saing tinggi, serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui budaya gemar membaca dan belajar sepanjang hayat.

Bambang Supriyo Utomo selaku ketua umum Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antara Bosowa Semen dan GPMB yang bertujuan untuk meningkatan kualitas sumber daya manusia melalui beberapa kegiatan yang relevan. Serta peningkatan minat baca masyarakat sesuai dengan scope dan skala yang disepakati bersama.

Selain Penandatanganan MoU, acara tersebut juga dalam rangka Rakornas dan Seminar Nasional yang mengundang berbagai pembicara. Seperti Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Deputi bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Walikota Tangerang Selatan, penulis buku anak, Forum TBM Indonesia.

Acara ini diikuti sekitar 180 orang peserta dari berbagai daerah utusan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah dari Kabupaten/Kota seluruh Indonesia, seperti Riau, Halmahera Utara, Ciamis, Morowali Utara, Bangka Belitung, dan sebagainya.

Acara ini berlangsung selama tiga hari dua malam, dengan acara sebelumnya pemaparan tentang organisasi dan Program GPMB, seminar berbagai pembicara seperti strategi pembudayaan kegemaran membaca masyarakat daerah dan sebagainya. Acara ini adalah acara tahunan yang rutin digelar oleh GPMB.

Kedepannya acara tersebut akan terus digelar sebagai salah satu sosialisasi bagi generasi muda agar semakin pandai dengan membaca. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved