Hindarkan Anak Anda dari Diabetes, Ini Tipsnya
Dokter spesialis penyakit dalam Dr dr Makbul Aman SpPD-KEMD mengungkapkan jika orangtua menderita diabetes maka 50 persen anaknya juga akan diabetes
Penulis: Hasrul | Editor: Ardy Muchlis
Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-- Dokter spesialis penyakit dalam Dr dr Makbul Aman SpPD-KEMD mengungkapkan jika orangtua menderita diabetes maka 50 persen anaknya juga akan menderita diabetes.
Menurutnya, selain karena faktor keturunan, diabetes juga disebabkan oleh faktor lingkungan apalagi saat ini perkembangan teknologi yang sangat memanjakan sehingga membuat setiap individu malas bergerak.
Disamping itu menurut Makbul makanan yang serba instan dan minuman yang banyak mengandung gula juga menjadi penyebab munculnya penyakit diabetes baik pada anak maupun usia lanjut.
"Saat ini banyak pekerjaan selesai tanpa berkeringat, seperti memilih naik lift dari pada naik tangga sampai ditempat seminar ini, padahal kebiasaan ini tidak baik untuk kesehatan," ungkap Makbul saat memaparkan materinya pada Talkshow Laboratorium Klinik Prodia di Lt 18 Hotel Aston Makassar, Sabtu (23/9/2017).
Makbul menegaskan bahwa pemasukan dan pengeluaran harus seimbang, jika banyak makan harus banyak aktivitas agar berkeringat sehingga energi dalam tubuh tidak diubah menjadi lemak.
Untuk itu orangtua harus menjaga pola hidup dan makan anaknya agar terhindar dari penyakit diabetes.
Sebagai langkah pencegahan sejak dini dengan memberikan anak mainan yang memancing untuk bergerak.
"Tolong anak-anak dijaga pertumbuhannya jangan sampai gemuk atau perutnya buncit, dengan memberikan permainan yang memancing untuk bergerak," kata Makbul.
Secara umum ciri atau gejalah penderita diabetes ialah banyak kencing, selalu lapar/haus, perasaan ngantuk/lemas, berat badan menurun, penglihatan kabur dan cepat lelah.
"Penderita diabetes biasanya tidak menyadari bahwa dia menderita meski sudah puluhan tahun karena gejalah tidak muncul bersamaan dan malas untuk melakukan pemeriksaan," ungkap Makbul.
Selain itu diabetes nanti disadari saat muncul berbagai macam penyakit sehingga sulit untuk disembuhkan karena sudah komplikasi ibarat gunung es, "tahun 2014 kompas merilis bahwa diabetes berada diuruta ketiga sebagai penyakit yang mematikan di Indonesia," ungkap Makbul.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/makassar_20170923_215303.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/makassar_20170923_224630.jpg)