Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Terungkap, Inilah Penggunaan Angka Nol Pertama di Dunia

Pengenalan konsep angka nol adalah salah satu momentum terbesar di bidang matematika.

Editor: Sakinah Sudin
Kompas.com
Manuskrip Bakshali(Bodleian Libraries, University of Oxford) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pernahkah terpikirkan dalam benak Anda, awal mula penggunaan angka nol? Angka nol jika berdiri sendiri memang tidak ada artinya, namun jika sudah dipasangkan dengan angka lain bisa bermakna besar.

Sebut saja penggunaanya dalam rupiah, kurang satu angka nol saja akan mempengaruhi nominalnya. Misalnya Rp 1.000.000, ketika angka nol dikurangi satu menjadi Rp 100.000. Beda jauh bukan?

Pengenalan konsep angka nol adalah salah satu momentum terbesar di bidang matematika. Sebagai angka yang mewakili ketiadaan, angka nol membuka ruang bagi perkembangan ilmu pengetahun seperti aljabar, kalkulus, dan ilmu komputer.

Ide bilangan nol sebetulnya telah lama diketahui berasal dari India. Namun, para peneliti belum mendapatkan gambaran yang jelas terkait asal usulnya.

Baca: Polling di Akun Twitter Liga 1, PSM Makassar Difavoritkan Juara

Baru-baru ini, para peneliti dari University of Oxford berhasil mengindetifikasikan rujukan tertua mengenai penggunaan angka nol dari India. Disebut manuskrip Bakhshali, catatan tersebut terdiri dari 70 daun kulit pohon birch dan mengandung ratusan angka nol dalam bentuk titik.

Ia pertama kali ditemukan oleh seorang petani saat menggarap ladangnya pada 1881 di Desa Bakhshali, dekat Peshawar, sebuah tempat yang kini menjadi wilayah Pakistan, dan disimpan sebagai koleksi perpustakaan Bodleian milik Oxford sejak tahun 1902.

Sebenarnya, kebudayaan lain juga punya simbol tersendiri untuk mengindentifikasi nol. Suku Maya, misalnya, menggunakan simbol tempurung, sedangkan orang Babilonia menggunakan biji ganda untuk menggambarkan nol dalam angka yang lebih besar seperti, 101.

Baca: Diajak Nge-vlog, Iriana Jokowi Justru JawabArep Nyapu Dulu, Bikin Netizen Kagum

Namun, cikal bakal nol sebagai angka yang bisa berdiri sendiri berakar dari manuskrip Bekhshali.

“(Manuskrip Bakhshali) adalah benih dari mana konsep nol sebagai angka dalam haknya sendiri muncul beberapa abad kemudian, sesuatu yang dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu momen besar dalam sejarah matematika,” kata Profesor Matematika University of Oxford, Marcus du Sautoy, seperti dikutip dari Live Science 15 September 2017.

Sebelum para peneliti Oxford, para peneliti dari Jepang telah menyimpulkan bahwa manuskrip Bekhshali berasal antara abad ke-8 hingga ke-12. Kesimpulan itu didasarkan pada gaya penulisan dan penggunaan bahasa.

Baca: Sedikit yang Mengembalikan Formulir, Ini Kesulitan yang Dialami Pendaftar Panwascam Parepare

Akan tetapi, hasil analisis para peneliti Oxford berkata lain. Menggunakan penanggalan radiokarbon yang mengukur kandungan isotop karbon dalam bahan organik, para peneliti menemukan bahwa manuskrip Bekhshali terdiri dari sejumlah teks dengan usia yang berbeda-beda.

Bagian yang paling tua tercatat berasal dari tahun 224-383, sedangkan dua bagian lain berasal dari tahun 680-779 dan 885-993.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved