Lurah Bontomanai Bantah Ada Pungutan KIS
Rizal mengaku jika uang Rp 5.000 itu bukanlah pungutan melainkan spontanitas warga yang memberikan uang karena bisa mendapatkan KIS.
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Lurah Bontomanai, Rizal membantah keras tentang adanya pungutan yang dilakukan oknum pemerintah setempat ketika warga mengurus kartu Kesehatan Indonesia Sehat (KIS).
Saat dikonfirmasi, Rizal mengaku jika uang Rp 5.000 itu bukanlah pungutan melainkan spontanitas warga yang memberikan uang karena bisa mendapatkan KIS.
"Itu spontan warga yang memberikan uang, sebagai ungkapan rasa terima kasih karena bisa dimasukkan namanya ke pesertaan BPJS. Jadi itu dari masyarakat sendiri. Kita tidak ada tentukan harga. Kan sekarang Gowa harus integrasi ke BPJS 1 Oktober besok," katanya Selasa (19/9/2017).
Rizal menjelaskan jika kemarin itu bukanlah pembagian KIS, namun hanya pendataan dan dilangsungkan di Kantor Lurah Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu.
"Dan bukan orang lurah yang data tapi RW setempat cuman memang di kantor. Kenapa RW yang mendata karena mereka yang tahu tidaknya warga mana yang laiak masuk kategori miskin. Kata pak RW saya juga dia tidak memungut biaya, kebiasaan warga disini untuk ungkapkan rasa terima kasih,".
Saat ini Kelurahan Bontomanai sedang melakukan pendataan warga miskin untuk dimasukkan ke dalam kepesertaan BPJS menggantikan program Kesehatan gratis Gowa yang kini ditiadakan.
"Sampai hari ini kita pendataan. Jumlahnya saya belum tau karean hari ini selesai," tambahnya.
Sebelumnya warga mengeluhkan adanya pungutan bervariasi antara Rp 5.000-Rp 10 ribu saat mengurus KIS. Salah satunya warga bernama Jerni.
Saksi mata yang enggan namanya disebutkan mengatakan jika petugas mengesampingkan berkasnya lantaran tidak ada uang yang diselipkan dalam berkasnya.
"Berkasnya Jerni dikesampingkan dulu karena tidak ada uang yang diselipkan pada kartu KK. Yang diutamakan itu yang ada uang di KK nya. Jadi kami dengan tetangga lain inisiatif bayarkan biar berkasnya Jerni juga di data," katanya.(*)