Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mengenal Molyanti, Perempuan Pertama Asal Makassar Penakluk Seven Summit Indonesia

"Bisa dibilang gaji PNS saya memang untuk hobi saya mendaki,"kata Molyanti yang dikenal sebagai perempuan tanggung seantero PNUP.

Penulis: Munawwarah Ahmad | Editor: Anita Kusuma Wardana
HANDOVER
Molyanti 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR- Puncak Carstensz pada ketinggian 4.884 mdpl di Papua yang juga merupakan puncak gunung tertinggi di Indonesia, menjadi gunung tertinggi ketujuh yang berhasil didaki oleh Molyanti (39).

Perempuan asal Makassar yang baru saja menuntaskan misi Seven Summit Indonesia pada 6 September 2017 lalu.

Ditemui di ruang kerjanya di bagian akademik Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), PNS yang menghabiskan hampir separuh gajinya untuk mendaki tersebut, berbagi kisah menariknya menyempurnakan Seven Summit yang dimulainya 2012 lalu.

"Bisa dibilang gaji PNS saya memang untuk hobi saya mendaki,"kata Molyanti yang dikenal sebagai perempuan tanggung seantero PNUP.

Dari tujuh gunung yang didakinya bersama beberapa rekannya, yang juga menyelesaikan misi seven summit Indonesia, Molyani bercerita banyak pengalaman seru dan menariknya mencapai puncak Carstensz.

"Dari Indonesia,perempjan baru dua. Sebelumnya ada Khanza dan tercatat di Seven Summit Indonesia. Saya juga akan segera mengklaim untuk itu. Sumpah medannya berat dan sulit sekali,"cerita Molyanti dengan penuh semangat.

Bahkan untuk mencapai puncak gunung diatas PT.Freeport tersebut,tak sedikit budget yang disiapkan Molyanti. Jika dikira-kira katanya,butuh uang hingga 50 jutaan untuk sampai dipuncak atau surganya para pendaki di Dunia tersebut.

"Banyak sekali biayanya. Di samping medan yang sulit, pembiayaan menuju lokasi itu cukup banyak sehingga orang jarang sampai di puncak tersebut. Belum lagi resiko yang kemungkinan didapatkan jika segalanya tidak siap. Ada sejumlah skill mendaki yang harus kita punya,"kata anak alumni Mapala YPUP tersebut.

Untuk sampai di puncak yang komplit (ada lumpur, debu, bebatuan), Molyanti membutuhkan waktu delapan hari hingga akhirnya tiba bersama rekan-rekannya yang lain dari luar Sulawesi.

"Benar-benar kita baru kenalan disana dan ego itu harus dikesampingkan saat mendaki karena medannya itu sungguh luar biasa sulitnya,"kata Molyanti.

Molyanti menjadi satu-satunya perempuan asal Sulawesi yang berhasil sampai di puncak tersebut. Bahkan pendaki laki-laki pun belum ada yang sampai ke puncak Carenz.

Seven Summit Indonesia, mengikuti Seven Summit Dunia yaitu dengan gunung-gunung tertinggi di tujuh benua berbeda. Dan untuk Indonesia yakni Gunung Kerinci di Pulau Sumatera, Gunung Semeru di Pulau Jawa, Gunung Latimojong di Pulau Sulawesi, Gunung Rinjani di Kepulauan Sunda Kecil, Gunung Bukit Raya di Pulau Kalimantan, Gunung Binaiya di Kepulauan Maluku dan Puncak Jaya (Carstensz Pyramid) di Papua.

Berawal dari PMR

Molyanti, bukan orang baru di dunia pendakian. Sejak SMA, ia sudah tertarik dengan keindahan dari atas ketinggian sebuah gunung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved