Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mall Pipo Kejar Target 10 Ribu Pengunjung Setiap Akhir Pekan

Untuk itu, mall harus representatif sebagai tempat nongkrong termasuk tempat yang nyaman untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.

Penulis: Hasrul | Editor: Anita Kusuma Wardana
MUH ABDIWAN
Tribun Zumba menyapa warga di pelataran parkir mall pinisi poin (pipo), Minggu (10/9).Seperti suasana sebelumnya, acara yang disponsori Tribun Timur dan Soroako Jaya Abadi Motor (SJAM) Yamaha dan Polrestabes kota Makassar ini ini dihadiri ratusan warga setempat. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Mall tidak lagi dikunjungi karena ingin berbelanja saja, melainkan tempat nongrong, makan dan bermain termasuk tempat menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.

Saat berada di mall barulah melakukan transaksi jika melihat ada produk menarik atau barang bagus serta promo yang ditawarkan oleh tenant-tenant yang tersedia.

Untuk itu, mall harus representatif sebagai tempat nongkrong termasuk tempat yang nyaman untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.

Mall juga harus menghadirkan spot selfie atau groufie untuk memenuhi kebiasaan anak muda atau kaum millennial saat ini yang suka eksis di sosial media.

Dan yang terpenting mall harus bisa dikunjungi oleh semua kalangan baik bagi mereka yang berkantong tebal juga bagi masyarakat low-end.

Seperti apa mall yang representatif untuk kaum muda saat ini? Lalu seperti apa respon perusahaan pengelola mal menanggapinya? Berikuti hasil wawancara wartawan Tribun Timur Hasrul Rusdi dengan General Manager Phinisi Point, Anggraini.

*Bisa diceritakan tentang Phinisi Point?

Phinisi Point Mall Makassar atau dikenal juga dengan Mall Pipo adalah Mall yang terkoneksi dengan The Rinra Hotel. Mall ini terdiri atas tiga lantai. Mall ini terletak di Jl Metro Tanjung Bunga No 2 Makassar dan resmi dibuka pada Jumat 21 April 2017.

*Apa yang dihadirkan Manajemen Pipo Mall untuk masyarakat?

Kami hadir dengan tema lifestyle atau kekinian dengan menerapkan lima desain berbeda di masing-masing zona. Nuansa yang dihadirkan ialah London, Hongkong, Amsterdam, Tokyo, dan New York.

Dengan tema tersebut diharapkan pengunjung dapat merasakan suasana yang berbeda dalam artian saat di Mall Pipo mereka merasakan suasana di lima negara tersebut.

*Bagaimana manajemen Pipo Mall menghadirkan tema lima negara tersebut?

Tema lima negara tersebut secara total kami hadirkan sehingga disetiap zona pengunjung akan betul-betul merasa di luar negeri.

Seperti di zona Tokyo kami hadirkan restoran makanan Asia, patung sumo, dan wallpaper bernuansa Jepang. Lalu di zona London kami hadirkan telepon merah khas London dan bus besar double decker juga dengan wallpaper khas London.

Selain wallpaper dan ikon masing-masing negara, kami juga desain toilet berdasarkan zona nya. Jadi pengunjung akan merasakan suasana toilet yang berbeda di Pipo Mall.

*Selain tema lima negara tersebut apa lagi yang dihadirkan manajeman di Pipo Mall?

Konsep dasar kita itu ialah food mall jadi 65 persen tenant yang ada adalah tenant makanan dan 35 persen mix tenant, mix tenant ini diisi oleh gadget, optik, aksesoris dan tempat bermain serta pada bulan Oktober ini akan hadir food mart dan cinema.

Semua tenant makanan yang ada di Pipo Mall merupakan tenant pertama yang hadir di Makassar dan saat ini sudah ada 16 tenant. Secara keseluruh sudah 80 persen tenant yang terdaftar.

Selain itu mulai 1 September 2017 hingga tiga bulan kedepan kami hadirkan penjual online yang aktif di Instagram untuk berpameran di Pipo Mall.

*Bagaimana tingkat persaingan Mall di Makassar?

Saya melihatnya bukan sebagai persaingan karena masing-masing mall ada market-nya tersendiri. Sehingga setiap mall memiliki target market masing-maaing, jadi tidak ada persaingan.

Kami hanya menyajikan sesuai dengan konsep kami yaitu food mall, sehingga tenant yang kami hadirkan dominant tenant makanan dan tempat hiburan.

*Apa tantangan yang dihadapi sejauh ini?

Tantangan kita ialah menciptakan traffic atau kunjungan yang stabil, tujuannya agar partner bisnis dalam hal ini pemilik tenant bisa diuntungkan.

Sejauh ini kita target 4 ribu pengunjung di hari kerja dan saat akhir pekan kita target 8 hingga 10 ribu pengunjung. Dan kami sudah pernah mencapai angka tersebut.

Pengunjung biasanya kebanyakan datang saat waktu makan siang, dan pulang kerja, sebelum mereka sampai rumah singgah nongki. Meski sejauh ini pengunjung masih lebih banyak saat akhir pekan.

*Apa langkah atau program yang diterapkan untuk meningkatkan jumlah pengunjung?

Pemilihan tenant merupakan versi “upgrade” dimana semua yang hadir belum ada di Makassar. Ataupun secara konsep dan jenis produk sama, hanya saja value atau gradenya lebih tinggi dari sebelumnya.

Selain kami juga berusaha agar event besar di Makassar dilaksanakan disini, meski selama ini dilaksanakan di tempat lain.

Serta kami juga mengundang komunitas anak muda atau generasi millennial untuk berpameran disini. Seperti yang baru-baru ini komunitas pencinta Korea menggelar pameran disini.(*).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved