Kapten Perspin Pinrang Nilai Wasit Tak Adil di Laga Final Liga 3 Zona Sulsel
Dengan kondisi wasit demikian, mantan pemain PSM Makassar itu menilai sepakbola di Sulsel sulit berkembang.
Penulis: Alfian | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kapten Perspin Pinrang, Fandi Edi, menilai bahwa pertandingan final Liga 3 Zona Sulawesi Selatan dicederai oleh kepemimpinan wasit. Wajarlah jika menurutnya para pemain melakukan protes secara keras.
"Kita sudah bermain maksimal tapi mungkin ada persoalan non teknis dari wasit sehingga kita kalah. Buktinya gol yang dianulir jelas-jelas murni masuk tidak offside," paparnya.
Dengan kondisi wasit demikian, mantan pemain PSM Makassar itu menilai sepakbola di Sulsel sulit berkembang.
"Sepakbola kita sulit berkembang kalau wasitnya begitu-begitu saja, serius dan percuma. Apalagi untuk pembinaan," tegasnya.
Sebelumnya Sidrap United dipastikan lolos dan mewakili Sulawesi Selatan pada putaran Nasional Liga 3 Indonesia.
Hasil ini diperoleh usai Sidrap United menundukkan Perspin Pinrang pada laga Final Zona Sulsel di lapangan Karebosi, Makassar, Kamis (7/9/2017).
Anak asuhan Syafril Usman unggul tipis 2-1 atas tim Perspin Pinrang. Laga yang berlangsung cukup keras dan ketat harus berlanjut hingga babak tambahan waktu. Kedua tim bermain imbang selama 90 menit waktu normal.
Dimana gol Sidrap United diciptakan oleh Akbar melalui sundulannya setelah memanfaatkan umpan dari sepakan pojok pada menit ke-13.
Enam menit kemudian Pinrang berhasil menyamakan kedudukan 1-1 berkat gol Heri Saputra yang lagi-lagi melalui sundulan.
Pada masa babak tambahan, Sidrap United kembali sukses unggul dengan skor 2-1 berkat gol pemain pengganti, Miswan.
Hingga peluit panjang dibunyikan skor tak berubah dan membuat Sidrap United lolos ke putaran Nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/fandi-edi_20170907_180547.jpg)