Pembangunan Jalan Layang Tol Reformasi - Pettarani Bakal Dilaunching pada HUT ke-348 Sulsel
Pemkot Makassar, PT Nusantara Infrastruktur, dan PT Bosowa Marga Nusantara saat ini tengah mempersiapkan membangun elevated Pettarani Tol Road Makassa
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ardy Muchlis
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy.
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Pemkot Makassar, PT Nusantara Infrastruktur, dan PT Bosowa Marga Nusantara saat ini tengah mempersiapkan membangun elevated Pettarani Tol Road Makassar.
Proyek yang diyakini ampuh menjawab masalah kemacetan di Kota Makassar.
Sebagai persiapan, ketiga pihak telah bertemu di rumah jabatan Walikota Makassar Jl Penghibur, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar.
Pertemuan ini membahas tentang jadwal pelaksanaan proyek yang akan dikerjakan langsung oleh PT Nusantara Infrastruktur.
Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengatakan sebelum pembangunan fisik proyek, akan dilaksanakan groundbreaking Pettarani Tol Road Makassar.
Rencananya groundbreaking ini akan berlangsung di HUT Sulsel ke 348, pada 19 Oktober 2017 mendatang.
"Sengaja kita memilih di momen tersebut, karena tol layang ini sebagai kado istimewa untuk pemerintah dan masyarakat Sulsel," ujar Danny.
Wali Kota berpendidikan arsitektur ini membeberkan, disetujuinya tol layang dalam kota ini, tak lepas dari Gubernur Sulawesi Selatan H Syahrul Yasin Limpo.
"Beliau banyak membantu kita, beliau berjuang di Jakarta untuk mendapatkan proyek pengurai kemacetan ini," katanya.
Pembangunan proyek ini dipastikan berjalan dengan lancar, pasalnya pelaksana pembangunan jalan layang hanya memanfaatkan lahan negara.
"Tidak ada pembebasan lahan di dalam proyek ini, tumpuan tiang jalan yang akan dijejer diatas lahan negara," kata Danny.
Menurutnya setiap proyek yang ada pembebasan lahannya itu dipastikan bermasalah. Olehnya itu Pemkot, Nusantara Infrastruktur dan Bosowa sepakat untuk tidak melakukan pembebasan.
Untuk menyiasati itu, arsitek pelaksana proyek ini mendesain tiang jalan layang ini dengan beton berbentuk kotak dengan tinggi maksimal 17 meter dari dasar tanah, dengan lebar sekotar 5 meter persegi.
Wali kota Makassar Danny Pomanto mengatakan meski proyek ini terbilang mewah, namun sepeserpun tidak menggunakan anggaran negara.
"Jadi ini murni bantuan Nusantara Infrastruktur," ujar Danny.
Untuk pembangunan fisik, pelaksana telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,4 triliun.
Jalan ini akan dibangun di Tol Seksi IV Bosowa Infrastruktur, dan tembus ke Jl Sultan Alauddin melalui jalan AP Pettarani.
Proyek ini juga akan melintang diatas fly over, jaraknya sekitar 6 meter diatas Fly Over Urip Sumohardjo, atau simpang empat Urip Sumohardjo, dan Pettarani.
Awalnya, Pemkot Makassar berencana melakukan pembebasan lahan 7000 meter persegi untuk pembangunan jalan layang ini.
Namun karena anggarannya membutuhkan biaya besar, rencana itu pun diurungkan.
Dengan begitu, Danny pun menutuskan untuk tidak membebaskan lahan.
Agar proyek ini tetap dikerjakan, pelaksana pun merubah model jalan, dengan melayang diatas satu tumpuan tiang yang dijejer dibawah jalan layang dengan panjang 4,5 km tersbeut.
Lebih jauh dikatakan Danny dengan hadirnya jalan ini, itu akan mengurai kemacetan di sejumlah titik strategis di Makassar, salah satunya di Pettarani sebagai jalur arteri.
Tak hanya kemacetan, dengan tol dalam kota ini, perekonomian di Makassar akan meningkat dari yang sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dtoo_20170821_231044.jpg)