CITIZEN REPORTER
Pesantren Darul Istiqamah Cabang Gowa Gelar Silaturahim Akbar
Silaturahim Akbar digelar dalam rangka menjalin hubungan tokoh masyarakat, pejabat dan para pimpinan cabang Darul Istiqamah se Sulawesi
Penulis: CitizenReporter | Editor: Anita Kusuma Wardana
Ibnu Pawaly
Sekjen Ikatan Da'i Muda Istiqamah Maros
Melaporkan dari Gowa
TRIBUN-TIMUR.COM-Darul Istiqamah menggelar silaturahim akbar bertajuk "Silaturahim itu Kekuatan" di Pesantren Darul Istiqamah Cabang Gowa, Timbuseng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (3/9/2017).
Acara tersebut dirangkaikan dengan walimah pernikahan delapan pasang, launching buku KH Arif Marzuki Hasan "Segulung Cerita dari Maccopa" diakhiri dengan motivasi spiritual KH Dr Mufzakkir Arif MA.
Silaturahim Akbar digelar dalam rangka menjalin hubungan tokoh masyarakat, pejabat dan para pimpinan cabang Darul Istiqamah se Sulawesi serta mengharap perhatian dan peran para pejabat dalam pengembangan dakwah pesantren yang didirikan oleh Alm KH Marzuki Hasan rahimahullah.
Pimpinan Pesantren Darul Istiqamah Bulukumba KH Dr Mudzakkir Arif MA mengajak segenap hadirin berkontribusi terhadap kegiatan pesantren.
"Untuk apa abba mengundang kita semua kesini? Untuk memperlihatkan apa yang telah beliau lakukan dengan pesantren ini, agar kita semua ikut berperan ambil bagian,"kata pembina Yayasan Pengembangan Kepribadian Muslim ini.
Hadir dalam acara tersebut, Ketua MUI Sulawesi Selatan Dr KH Sanusi Baco Lc, Wakil Walikota Makassar Dr H Syamsu Rizal MSi, Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Aziz Qahhar Mudzakka, Calon Walikota Makassar Iqbal Jalil, Pembina Insan Cendiakia Jakarta Muzayyin Arif, Ustadz Said Samad, Dirut Permata Hijaz Mushaddiq Arif Lc.
Pimpinan Darul Istiqamah Bulukumba saat memberikan hikmah silaturahim mengatakan bahwa silaturahim adalah kekuatan.
"Silaturahim bukan hanya untuk keluarga dekat, tapi untuk semua ummat manusia secara keseluruhan yang berlandaskan iman, silaturahim adalah kekuatan politik, kekuatan ekonomi, tanpa silaturahim ummat ini akan lemah,"tambah Murabbi, kader Istiqamah ini.
Lebih jauh, ia memaparkan pentingnya silaturahim sebagai solusi berbagai masalah keluarga dan ummat, menyatukan perbedaan suami istri.
"Laki-laki dan perempuan itu berbeda, semua yang berpasangan di dunia ini berbeda maka terimalah perbedaan itu dan perbanyak permasamaan dalam silaturahim,"katanya.
Ia mengajak para mempelai untuk belajar dan terus berdakwah baik dengan pasangan maupun masyarakat, sebagai bukti kesetiaan dalam mengembangkan dakwah Darul Istiqamah.
Pembina Insan cendikia Jakarta Muzayyin Arif mengatakan peran kita dalam pesantren bukan pada posisi tetapi peran aktif dalam mengembangkan pesantren.
"Mengembangkan pesantren bukan masalah posisi kita sebagai pemimpin atau bukan pemimpin tapi seberapa besar peran kita dan pengaruh kita terhadap pesantren dan masyarakat sekitarnya,"ujar Muzayyin yang pernah memimpin pesantren Darul Istiqamah Pusat Maccopa Maros.
Kegiatan digelar selama dua hari sejak Sabtu, 2 September 2017 akad nikah hingga Ahad, 3 September 2017.
Adapun Ketua Panitia Ahmad Fahruddin mengungkapkan, jumlah tamu dan peserta yang mengikuti acara tersebut sebanyak 1000 orang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/darul-istiqamah_20170904_111508.jpg)