Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Non Muslim tapi Mia Khalifa Pakai Kerudung Saat Main Film Panas, Ternyata ini Alasannya

sebagian besar umat Islam di dunia marah ketika dia berani untuk tampil berkerudung saat pembuatan content dewasa.

Editor: Ilham Arsyam
Mia Khalifa 

TRIBUN-TIMUR.COM - Mia Khalifa (24), sosok wanita asal Lebanon yang sukses mendulang popularitas melalui cara negatif, yakni menjadi bintang film panas atau film dewasa.

Bagi Anda yang berusia 17 tahun ke atas, sosok ini mungkin tak asing lagi.

Di balik keseksiannya, kecantikannya, ada banyak cerita tentang sosok Mia yang kini bermukim di Amerika Serikat.

Cerita tersebut, antara lain soal agama dipeluk Mia.

Mayoritas orang Lebanon memeluk Islam dan Kristen.

Awalnya Mia satu agama dengan kedua orangtuanya serta keluarga besarnya di Lebanon.

Namun, saat memutuskan menjadi bintang film panas, wanita kelahiran Beirut, 10 Februari 1993 tersebut, juga pindah agama menjadi Kristen.

Keputusannya tersebut kemudian ditentang keras keluarganya, bahkan Mia kini dikabarkan tak akur dengan kedua orangtuanya sehingga lebih memilih tinggal di Miami dan Texas, Amerika Serikat.

Keluarganya pun kian marah dan bahkan sebagian besar umat Islam di dunia, ketika dia berani untuk tampil berkerudung saat pembuatan content dewasa.

Akan tetapi, Mia punya dalih atas keberaniannya tersebut.

Kepada surat kabar ternama The Washington Post, kata dia, harusnya bukan dirinya yang harus dipersoalkan, melainkan hak-hak perempuan di Lebanon yang justru memprihatinkan.

"Apa yang saya membual kalau negara (Lebanon) yang paling kebarat-baratan di Timur Tengah, sekarang saya lihat sebagai (negara) kuno dan tertindas," kata dia.

Baca: Gondrong, Tampang Sangar, tapi Siapa Sangka Jika Dia Punya Suara Merdu saat Lantunkan Ayat Alquran

Dia mengatakan dalam video dewasa dimana dirinya berkerudung sebenarnya merupakan sindirian bahwa 'ada film-film Hollywood yang menggambarkan Muslim dengan cara yang jauh lebih buruk'.

Dampak dari video produksi Bang Bros tersebut, seorang kritikus malah mem-posting dengan gambar hasil suntingan dimana kepala Mia dipenggal oleh kelompok ISIS.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved