Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rektor Unhas Temui Presiden Jokowi, Laporkan Ini

Termasuk pengurus Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI).

Penulis: Munawwarah Ahmad | Editor: Suryana Anas
HANDOVER
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Dwia Tina Aries Pulubuhu, MA, menemui Presiden Indonesia Joko Widodo, Rabu (23/8/2017) siang di Istana Negara. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR. COM, MAKASSAR-

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Dwia Tina Aries Pulubuhu, MA, yang juga merupakan Sekertaris Jenderal MRPTNI menemui Presiden Indonesia Joko Widodo, Rabu (23/8/2017) siang di Istana Negara.

Tak sendiri, Prof. Dwia bersama dengan Rektor Intitute Pertanian Bogor (IPB, Rektor Institute Teknologi Bandung (ITB) dan Perwakilan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) lainnya. Termasuk pengurus Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI).

Audiensi MRPTNI tersebut berupa penyerahkan Naskah Deklarasi Kebangsaan yang ditandatangani dalam pertemuan koordinasi MRPTNI di Sota, Merauke pada tanggal 21 Agustus 2017 lalu yang dihadiri 93 Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia.

Prof. Dwia melalui rilis Kepala Unit Humas dan Protokol Unhas, Ishaq mengungkapkan, kepada Presiden MRPTNI menyampaikan kesiapan kampus, khususnya PTN seluruh Indonesia, untuk membina mahasiswa baru agar mengamalkan Pancasila, melaksanakan UUD 1945, menjaga NKRI, dan memperkuat semangat Bhineka Tunggal Ika.

“Komitmen ini merupakan kesepakatan para Rektor yang tertuang dalam Deklarasi Kebangsaan,” papar Prof. Dwia.

Sementara kata Prof. Dwia, Presiden Joko Widodo meminta PT lebih ffleksibel dengan pembukaan program studi baru yang merespon kebutuhan masa depan pembangunan nasional, seperti logistics platform, retail platform, digital media, artificial inteligence, dan lainnya.

“Kami tadi mengusulkan agar pemerintah memberi mandat kepada PTN untuk membuka progrma studi yang dipandang penting untuk masa depan bangsa. Kami juga menyampaikan agar ada peraturan dan kebijakan yang komprehensif untuk mengimplementasikan otonomi pengelolaan PTN sesuai dengan masalah dan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing kategori PTN, yaitu PTN-BH, PTN BLU, PTN Satker, dan PTN Baru,” papar Prof. Dwia menjelaskan tentang jalannya dialog.

Untuk mendorong berkembangnya inovasi perguruan tinggi, MRPTNI juga mengusulkan agar asa insentif bagi investor, swasta, maupun pemerintah daerah yang memanfaatkan inovasi untuk mendorong pembangunan perekonomian.

“Selain itu, kami juga mohon agar alokasi beasiswa dan bantuan operasional dapat dipertahankan, dan jika Bapak Presiden berkenan agar ditingkatkan,” kata Prof. Dwia.

Pada audiensi tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. Muhamad Nasir, Ph.D. Ak, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved