Dikenal Sebagai Tokoh Komunis, Tan Malaka Ternyata Hafal Quran
Tan rupanya pernah bekerja antara lain sebagai mandor kebun teh, guru matematika dan tukang jahit.
Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Bagi pemerhati sejarah Indonesia, nama Tan Malaka tentunya tak asing.
Terlebih bagi mereka yang menyukai buku-buku beraliran ‘kiri’ di Indonesia. Itu karena buku-buku karya Tan Malaka bak bacaan wajib.
Kendati demikian, masih banyak sisi lain yang belum diketahui banyak orang tentang pria kelahiran Sumatera Barat, 2 Juni 1897 ini.
Sosoknya memang diliputi banyak misteri. Perannya untuk Republik Indonesia pun terkesan sengaja dilupakan.
Nah berikut ini 7 sisi lain tentang Tan Malaka yang masih jarang diketahui publik:
1. Tan ternyata menguasai 8 bahasa yakni Minang, Indonesia, Belanda, Rusia, Jerman, Mandarin dan Tagalog.
2. Pria yang dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional pada 28 Maret 1963 oleh Presiden Soekarno ini pernah 13 kali dipenjara. Masing-masing sekali di Filipina (1937) dan Hongkong (1932). Sedangkan di Tanah Air-nya, ia 11 kali dipenjara (1922 dan 1946-1948).
3. Memiliki sedikitnya 23 nama samaran. Di antaranya Elias Fuentes, Estahislau Rivera, Alisio Rivera (Filipina), Hasan Gozali (Singapura), Ossorio (Sanghai), Ong Song Lee (Hongkong), Tan Ming Sion (Burma), Ilyas Hussein (Indonesia) dan Howard Lee (China).
4. Sebelum menjabat Ketua Partai Komunis Indonesia (1921-1922) dan mendirikan Partai Murba (1948), pria yang dijuluki Bapak Republik Indonesia ini pernah tercatat sebagai anggota Serikat Islam (1921-1922).
5. Bukunya berjudul Massa Actie (1926) menghilhami Soekarno membuat pledoi berjudul Indonesia Menggugat. Sedangkan WR Supratman mengutip sebagian kalimat dalam Massa Actie dalam lagu Indonesia Raya.
6. Tan rupanya pernah bekerja antara lain sebagai mandor kebun teh di Sumatera Utara (1919-1920), penulis lepas di koran El Debate, Filipina (1924-1927), guru bahasa Inggris dan matematika di Nanyang Chinese Normal School-Singapura (1934-1941) dan tukang jahit di Kalibata (1942).
7. Siapa sangka, Tan yang dikenal sebagai tokoh komunis dan penganut Marxisme ini sejak muda telah hafal Al Quran (hafids).
Sumber: Tan Malaka: Bapak Republik yang Dilupakan. Penerbit: TEMPO - KPG 2010.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/buku-tan-malaka_20170821_144618.jpg)