Kesthuri Harap Kemenag Terbitkan Aturan Soal Biaya Minimal Umrah

Ketua Bidang Haji dan Umrah DPP Kesthuri Faisal Ibrahim mengatakan, sebenarnya sudah lama standar harga minimal ini diwacanakan oleh Kementerian Agama

Kesthuri Harap Kemenag Terbitkan Aturan Soal Biaya Minimal Umrah
TRIBUN TIMUR/NURUL ADHA ISLAMIAH
Kepala Bidang Umrah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kesthuri Faisal Ibrahim ke Tribun, Rabu (6/4/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Nurul Adha Islamiah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Para pelaku industri bisnis perjalanan ibadah umrah dan haji khusus di Makassar meminta ketegasan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama menetapkan batas minimal biaya umrah.

Hal tersebut untuk mengantisipasi agar kasus First Travel tidak terulang.

Ketua Bidang Haji dan Umrah DPP Kesthuri Faisal Ibrahim mengatakan, sebenarnya sudah lama standar harga minimal ini diwacanakan oleh Kementerian Agama.

"Bahkan sudah sering dirapatkan dengan assosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah terkait hal ini. Kami mengharapkan Kemenag menerbitkan Surat Keputusan (SK). Untuk melindungi kepentingan jamaah yang selama ini sering menjadi korban. Dan SK ini harus dikawal oleh semua pihak yang terkait termasuk Bareskrim Polri," katanya, Minggu (20/8/2017)

Dilansir Kompas.com, pemerintah sedang mengkaji penetapan batas minimal biaya umrah. Kajian ini dilakukan agar kasus First Travel tak terulang.

Sejumlah anggota DPR sebelumnya menilai batas minimal biaya umrah itu perlu ditetapkan karena ada beberapa biaya yang menjadi patokan penetapan seperti harga tiket, konsumsi, dan akomodasi yang seharusnya dipertimbangkan sejak awal.

"Kami sedang mengkaji, mendalami, plus minus manfaatnya, mudhorotnya, batasnya berapa. Jadi perlu tidaknya batas minimal biaya umroh itu yang didalami," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di komplek Parlemen, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Pemerintah pun, kata Lukman, bisa memahami desakan para wakil rakyat tersebut. Dia berpendapat batas minimal biaya umroh memang bisa menjadi langkah untuk mencegah biro travel perang harga. (*)

Penulis: Nurul Adha Islamiah
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved