Fakar Soroti Pengadaan Randis Pejabat Enrekang
Untuk itu, Ketua Forum Advokasi Rakyat (Fakar) Enrekang, Hendrianto Jufri, menilai anggaran tersebut sangatlah tidak tepat sasaran.
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang, telah menghabiskan anggaran hampir mencapair Rp 6 miliiar untuk Kendaraan Dinas (Randis) beberapa pejabat.
Seperti para Kepala dinas, camat, dokter ahli dan juga para pimpinan DPRD Enrekang.
Baca: 11 Mobil Dinas Baru untuk Camat Habiskan Rp 2,67 M APBD Enrekang
Dana yang digunakan tersebut, bersumber dari Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) 2017.
Untuk itu, Ketua Forum Advokasi Rakyat (Fakar) Enrekang, Hendrianto Jufri, menilai anggaran tersebut sangatlah tidak tepat sasaran.
Itu dikarenakan masih banyak aspek pembangunan yang lebih menyentuh rakyat untuk dibenahi, ketimbang pengadaan Randis senilai miliaran untuk pejabat.
Salah satu contohnya adalah perbaikan infrakstruktur jalan yang saat ini belum maksimal dan fasilitas serta pelayanan di RSUD Massenrempulu yang perlu dibenahi.
"Ini sangat disayangkan, dan memperlihatkan ketidakbecusan Pemda dalam mengambil kebijakan," kata Hendrianto Jufri kepada TribunEnrekang.com, Senin (14/8/2017).
Mahasiswa Pasca Sarjana UMI Makassar ini juga menilai, pengadaan Randis menjelang Pemilihan kepala daerah (Pilkada) sangatlah tidak etis.
Itu dikarenakan bisa saja masyarakat curiga pengadaan Randis ini mengarah kepada kepentingan Pilkada 2018 dimana para petahana akan kembali bertarung merebut hati rakyat.
Apalagi, sebelumnya saat penyerahan Randis, para camat bersama bupati berfose salam dua jari yang identik dengan slogan kampanye sang petahana.
"Masyarakat jelas curiga penyerahan Randis muaranya bisa ke Pilkada 2018, apalagi dengan pose salam dua jari," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jufri_20161221_223007.jpg)