Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ini Asri Bertato Naga, Pelaku Pembobol Brankas PDAM Makassar, Ditangkap di Poso

Dicky menjelaskan, saat ini tim Mapolda Sulsel bersama Polrestabes Makassar sudah berada di Palu untuk membawa pemuda bertato naga itu ke Makassar.

Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Ardy Muchlis
Darul/Tribun Timur
Asri Narang (28), buronan polisi pada kasus pembobolan brankas PDAM Makassar, diringkus di Poso, Sulteng, Jumat (4/8/2017) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-- Asri Narang (28), buronan polisi pada kasus pembobolan brankas PDAM Makassar, diringkus di Poso, Sulteng, Jumat (4/8/2017) sore.

Pelarian warga Kampung Hasang, Pai, Kecamatan Biringkanaya Makassar itu, terhitung 11 hari. Sejak dia bersama tiga rekannya bobol brankas PDAM tanggal 25 Juli lalu.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengungkapkan, Asri ditangkap oleh tim Polres Palu, setelah menerima surat DPO dan penangkapan.

"Jadi pihak kami (Polrestabes Makassar) memang sudah mengidentifikasi dia ini di Palu, setelah itu dilakukan koordinasi ke Polres Palu," kata Dicky, Sabtu (5/8).

Informasi yang dihimpun, selama berada di Palu. Dia diketahui tidak bersembunyi. Asri bahkan dikabarkan jadi supir truk untuk tidak nampak diketahui polisi.

Dicky menjelaskan, saat ini tim Mapolda Sulsel bersama Polrestabes Makassar sudah berada di Palu untuk membawa pemuda bertato naga itu ke Makassar.

"Sekarang tim Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel sudah disana, rencananya pelaku akan dibawa kembali ke makassar dan diproses di polrestabes," jelas Dicky.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Akbp Anwar Hasan mengatakan, awal dari penangkapan saat penyidik Reskrim Polrestabes melacak keberadaan Asri.

Lanjut Anwar, dalam kasus pembobolan brankas PDAM, Asri diketahui berperan sebagai supir yang mengemudi mobil rental yang dicarter oleh Irwan (36).

“Pelaku ini perannya bawa mobil. Saat ini kami belum tahu dia juga residivis atau tidak karena belum diinterogasi, dilihat dia juga punya tato banyak,” jelas Anwar.

Pihak kepolisian belum mau pastikan, kapan buronan itu tiba di Makassar. Tapi disebutkan, tim reserse dari Makassar ke Palu sekaligus untuk mencari uang itu.

Selain fokus mencari uang ratusan juta rupiah di Palu. Pihak penyidik Reskrim Polrestabes sedang menyusun berkas rekan Asri, Tuanaya (42) dan Irwan. 

Anwar berharap, Asri bisa memberikan keterangan baru dalam pemeriksaannya nanti, untuk menunjukkan keterlibatan orang atau aktor-aktor yang lain.

“Untuk penyelidikan sementara baru empat tersangka, tapi tidak menutup kemungkinan akan berkembang kalau si Asri ini bisa terbuka,” tambahnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved